Cara Penulisan Daftar Pustaka dan Contohnya Terbaru

Cara penulisan daftar pustaka dan contohnya – Daftar pustaka adalah salah satu elemen penting dalam sebuah karya ilmiah. Namun, banyak orang yang masih binung cara menyusun daftar pustaka. Daftar pustaka ditulis berdasarkan urutan abjad nama-nama pengarang atau lembaga yang menulis buku tersebut. Jika nama pengarang tidak ditemukan dalam buku, maka penulisan daftar pustaka didasarkan pada kata pertama judul. Selain itu daftar pustaka tidak perlu diberikan nomor urut dalam penulisannya.

Jika dalam penulisan daftar pustaka sumber acuan tidak cukup ditulis dalam satu baris, digunakan baris kedua dan seterusnya. Untuk baris kedua dan seterusnya ini menjorok ke dalam sebanyak sepuluh ketukan dari margin kiri. Ada beberapa sumber acuan yang digunakan dalam menulis daftar pustaka, yaitu buku, majalah, surat kabar, dan internet. Berikut penjelasan untuk cara penulisan daftar pustaka dan contohnya masing-masing sumber acuan. 

Cara Penulisan Daftar Pustaka dan Contohnya


A. Buku sebagai sumber acuan

Dalam penulisan daftar pustaka, penulisan urutan keterangan tentang buku adalah:

1.Nama pengarang
Dalam penulisan nama pengarang ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu

a.     Nama pengarang ditulis lengkap, tetapi tidak mencantumkan gelar. 
b.    Penulisan nama pengarang dilakukan dengan menyebutkan nama terakhir terlebih dahulu, baru nama pertama. Penulisan nama akhir terlebih dahulu itu dipisahkan dengan menggunakan tanda koma dari nama pertama.

Contoh :
Nama asli :
Made Shelly Nilayati > Nilayati, Made shelly.
Rachmat Djoko Pradopo > Pradopo, Rachmat Djoko.
Robert Stanton > Stanton, Robert

Namun, aturan penulisan nama pengarang di atas tidak berlaku untuk penulisan nama pengarang yang berasal dari Tionghoa. Hal itu dikarenakan pada nam aTionghoa unsur nama yang pertama merupakan nama famili.  Jadi, dalam penulisan daftar pustaka nama-nama Tionghoa tidak perlu dibalik.
Contoh :
Nama :
Jong Jek Siang
Tan Sie Gie

c. Jika di dalam buku yang menjadi acuan hanya terdapat nama editor, penulisannya dengan menambahkan singkatan editor (ed) di belakang nama. Penulisan singkatan editor di awali dengan huruf kapitan dan diakhiri dengan tanda titik. 
Contoh :
Kontjaraningrat (Ed.)
d. Jika pengarang terdiri dari dua orang, nama pengarang pertama ditulis dengan mengikuti ketentuan pada butir b, yaitu nama akhir ditulis terlebih dahulu, sedangkan nama pengarang kedua dituliskan menurut urutan biasa (tidak dibalik). Sebaiknya, diberikan kata hubung dan di antara kedua nama pengarang.
Contoh :
Selo Soemardjan dan Marta Susilo > Soemardjan, Selo dan Marta Susilo

e. Jika pengarang terdiri lebih dari tiga orang atau lebih, ditulis nama pengarang pertama saja dengan mengikuti aturan butir b.setelah penulisan nama pengarang pertama ditambahkan singkatan dkk (dan kawan-kawan).
Contoh :
Mubyarto dkk..

f. Jika beberapa buku yang diacu ditulis oleh orang/ pengarang yang sama disebutkan sekali saja pada buku yang pertama saja. Selanjutnya dibuatkan garis sepanjang sepuluh ketukan dan diakhiri tanda titik.
Contoh :
Pradopo, Rachmat Djoko. 1998.
____________________. 2007.

2. Tahun terbit
Ada beberapa aturan dalam penulisan tahun terbit dalam daftar pustaka, yaitu
a. Tahun terbit dituliskan sesudah nama pengarang diakhiri tanda titik.
b. Jika nama pengarang sama dan tahun terbitpun sama, cukup tuliskan nama tahun saja dan diberi tambahkan huruf a, b, c.
Contoh :
Pradopo, Rachmat Djoko. 1989a.
____________________. 1989b.
____________________. 1989c.
c. Jika nama pengarang sama tetapi tahun terbit berbeda, dituliskan berdasarkan tahun terbit pertama.
Contoh :
Pradopo, Rachmat Djoko. 1989.
____________________. 1999.
____________________. 2000.
d. Jika tidak terdapat tahun terbit dalam buku acuan, ditulis Tanpa Tahun. Penulisan dilakukan dengan menggunakan huruf kapital.
Contoh :
Ginitirta, Kameswara (Ed.). Tanpa Tahun.
Pradopo, Rachmat Djoko. Tanpa Tahun.


3. Judul buku
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan judul buku dalam daftar pustaka, yaitu

a. Penulisan judul buku dilakukan setelah penulisan tahun terbit dan dicetak miring.
Contoh :
Pradopo, Rachmat Djoko. 1995. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya.

b. Penulisan sumber acuan seperti penelitian, disertasi, tesis, skripsi, atau artikel yang belum diterbitkan, dalam daftar pustaka penulisannyadiapit tanda pertik.
Contoh :
Sugiarto, Eko. 2003. “ Si Taram Versus Syekh Wahab dalam Konteks 
Budaya Melayu: Konflik Internal Tokoh Sentral dalam Kasih Tak Terlarai Karya Soeman Hs.”

c. Penulisan judul artikel yang dibuat di dalam buku antologi, surat kabar, atau majalah ditulis dengan mengikuti ketentuan butir b.
Contoh :
Sugiarto, Eko. 2001. “Agama Sebagai Tertuduh”.

d. Unsur-unsur keterangan, seperti jilid dan edisi, ditempatkan sesudah judul. Keterangan itu ditulis dengan huruf kapital pada awal kata diakhiri tanda titik.
Contoh :
Syukur, Abdul. 1996. Cara Belajar Efektif. Jilid I.
Kiyosaki, Robert T dan Sharon L Lechter. 2000. Rich Dad Poor Dad. Alih 
bahasa J. Dwi Helly Purnomo.

e. Jika sumber acuan itru berbahasa asing, unsur keterangan diIndonesiakan, seperti edition menjadi edisi, vonume menjadi jilid.
Contoh :
Rowe, D. Dan I. Alexander. 1967. Selleing Industrial Products. Edisi 
Kedua.

4. Tempat terbit dan nama penerbit
Penulisan tempat terbit dalam penulisan daftar pustaka perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu
a. Penulisan tempat terbit dilakukan setelah penulisan judul buku. Penulisan tempat terbit diakhiri dengan titik dua, dilanjutkan dengan nama penerbit, dan diakhiri tanda titik.

Contoh : 
Pradopo, Rachmat Djoko. 1995. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

b. Jika lembaga penerbit dijadikan penarang, tidak perlu menyebutkan nama penerbitnya lagi.
Contoh :
Biro Pusat Statistik. 1963. Statistical Poocketbook of Indonesia. Jakarta.

Setiap penyebutan keterangan (kecuali  penyebutan tempat terbit) diakhir dengan tanda titik. Setelah penulisan tempat terbit diberi tanda titik dua. Jika yang dicantumkan bukan nama pengarang, melainkan nama lembaga yang menerbitkan, urutan penyebutannya adalah 

1. Nama lembaga/ badan/ instansi yang menerbitkan 
2. Tahun terbit
3. Judul terbitan
4. Tempat terbit

Jika yang dicantumkan bukan nama pengarang dan nama lembaga yang menerbitkan, urutan penyebutannya adalah

1. Kata pertama judul/ karangan
2. Tahun terbit
3. Judul buku/ karangan secara lengkap
4. Tempat terbit
5. Nama penerbit

B. Majalah sebagai Sumber Acuan

Jika majalah dijadikan sebagai sumber acuan, urutan penulisannya adalah
1. Nama pengarang
2. Tahun terbit
3. Judul artikel
4. Nama majalah
5. Tahun terbitan keberapa (kalau ada)
6. Nomor majalah atau bulan terbitan
7. Nomor halaman
8. Tempat terbit
Contoh :
Sugiato, Eko. 2001. “Agama sebagai Tertuduh”. Dalam Suara Muhammadiyah 
LXXXVIII (23):12. Yogyakarta.

C. Surat Kabar sebagai Sumber Acuan
Jika surat kabar dijadikan sebagai sumber acuan, urutan yang dituliskan adalah 
1. Nama pengarang
2. Tahun terbit
3. Sumber artikel
4. Nama surat kabar
5. Tanggal terbit
6. Tempat terbit
Contoh :
Rachmat, M Fadjroel. “Bush dan Kepentingan Kita”. Dalam Kompas, 21 
November 2006. Jakarta

D. Internet sebagai Sumber Acuan 
Ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan dalam penulisan daftar pustaka dengan menggunakan internet sebagai sumber acuan, yaitu
a. Protokol
Penulisan protokol dalam daftar pustaka diikuti dengan tanda titik dua dan garis miring ganda.
Contoh : 
http://
b. Nama host sebaiknya ditulis dengan huruf kecil.
Contoh :
http://www.kompas.com
c. Lokasi file ditulis untuk memudahkan seseorang untuk mencari data secara cepat
Contoh :
http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/1048/1/siapa di balik gayus?

Demikian pembahasan tentang pedoman cara penulisan daftar pustaka dan contohnya. Pedoman cara penulisan daftar pustaka dan contoh- contohnya ini adalah yang bersifat umum, namun menggunakan sumber yang benar. Diharapkan dapat menambah wawasan kalian tentang cara penulisan daftar pustaka dan contohnya. Jangan lupa kunjungi blog kami di bahasaindonesiaku.net. Ada banyak sekali artikel bermanfaat lainnya yang bisa membantu kalian dalam mempelajari materi-materi lainnya. 
Sumber 
Sugiarto, Eko. 2013. Master EYD Edisi Baru. Yogyakarta: Suaka Media.
Cara Penulisan Daftar Pustaka dan Contohnya Terbaru | ikhwan mukhlisi | 5