Contoh Karangan Persuasi dan Pengertian Lengkap

Bahasa Indonesiaku - Contoh karangan persuasi dan pengertian lengkap – Sebelum mengetahui contoh karangan persuasif, ada baiknya kita mengerti terlebih dahulu pengertian lengkap dari karangan persuasi. Persuasi adalah suatu seni verbal yang bertujuan untuk meyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki pembicara pada waktu ini atau pada waktu yang akan datang. Tujuan dari karangan persuasi adalah agar pembaca atau pendengar melakukan sesuatu atau mengambil keputusan secara benar. Dalam karangan persuasi tidak terdapat paksaan atau kekrasan kepada para pembaca. Persuasi berisi bukti-bukti yang disodorkan kepada pembaca hanya untuk menarik perhatiannya. Dasar yang digunakan dalam persuasi adalah kepercayaan.  

Bentuk karangan persuasi banyak digunakan dalam propaganda-propaganda yang digunakan oleh lembaga atau badan tertentu, iklan dalam surat kabar/ koran, majalan, atau media massa lainnya. Semua bentuk persiasi yang digunakan dalam contoh-contoh di atas biasanya menggunakan pendekatan emotif. Pendekatan emotif adalah pendekatan yang berusaha membangkitkan dan merangsang emosi para hadirin. 
Contoh Karangan Persuasi dan Pengertian Lengkap -- Ada tiga dasar yang digunakan dalam menulis contoh karangan persuasi, yaitu :

1. Watak dan kredibilitas pembicara
Dalam persuasif seorang pembicara harus memiliki kualitas dan watak yang baik dan terpercaya dalam segala hal. Selain itu, harus memiliki kemampuan berpikir secara teratur, memperlihatkan simpati dan sikap mempercayai orang lain. Dengan demikian kredibilitas pembicara atau orang yang mengadakan persuasif akan diakui oleh pendengar. Kesimpulannya, bila pembicara sudah diakui kredibilitas dan watak baiknya sudah diakui oleh banyak pendengar, akan memudahkan pendengar untuk mempercayaitu atau mengikuti persuasif tersebut.

2. Pengendalian emosi para hadirin
Pengertian pengendalian emosi kepada para hadirin berarti pembicara mampu berkata secara persuasi tanpa harus menimbulkan emosi atau yang mengandung hasutan sehingga memancing keributan. Tetapi, emosi para hadirin diarahkan atau dikendalikan secara tidak langsung agar para hadirin tanpa sadar dapat mengikuti atau melakukan apa yang telah ditargetkan oleh pembicara. Oleh sebab itu, secara moral dan bertanggung jawab, pembicara atau penulis harus menyiapkan isi yang sesuai dengan maksud yang akan digunakan untuk mencapai tujuan dari persuasif itu sendiri.

3. Bukti atau fakta 
Bila dikaitkan dengan dasar penulisan persuasif, bukti atau fakta adalah dasar yang penting dalam membuat pendengar atau pembaca percaya akan sebuah persuasif. Namun, yang terpenting adalah bagaimana bukti atau fakta yang ada disodorkan atau dikombinasikan dengan pengendalian emosi dan kepercayaan diri pembicara dalam menyampaikan persuasi.

Baca juga artikel terkait berikut ini:

1. Cara membuat kerangka karangan yang baik dan benar beserta contohnya
2. 6 contoh karangan deskripsi beserta penjelasannya lengkap
3. Contoh karangan argumentasi dan penjelasan lengkapnya
4. Pengertian karangan narasi dan contohnya


Selain dasar, adapun teknik-teknik dalam penulisan contoh karangan persuasi dan pengertian lengkap, yaitu 

1. Rasionalisasi 
Rasionalisasi sebenarnya tidak lain dari suatu argumentasi semu, suatu proses pembuktian mengenai suatu kebenaran dalam bentuknya yang agak lemah, dan biasanya dipergunakan dalam persuasi. Rasionalisasi sebagai sebuah teknik persuasi dapat dibatasi sebagai: suatu proses penggunaan akal untuk memberikan suatu dasar pembenaran kepada suatu persoalan, dimana dasar atau alasan itu tidak merupakan sebab langsung dari masalah itu. Kebenaran yang dibicarakan dalam persuasi bukanlah suatu kebenaran mutlak, tetapi kebenaran yang hanya berfungsi untuk meletakkan dasar-dasar dan melicinkan jalan agar keinginan, sikap, kepercayaan, keputusan, atau tidakan yang telah ditentukan atau diambil dapat dibenarkan. Rasionalisasi sebenarnya memperlihatkan sesuatu yang tampaknya dapat diterima oleh akal sehat atau logika. Tetapi, rasionalisasi mengandun perbedaan dengan logika. Perbedaannya terletak pada motivasi yang ditimbulkannya. Sebab itu, rasionalisasi dalam persuasi akan berlangsung dengan baik bila pembicara atau penulis mengetahui apa yang menajdi kebutuhan dan keinginan hadirin, serta bagaimana sikap dan keyakinan mereka. 

2. Identifikasi
Karena persuasi berusaha menghindari situasi konflik dan sikap ragu-ragu, maka pembicara harus menganalisa hadirinnya dan seluruh situasi yang dihadapinya dengan seksama. Dengan menganalisa hadirin dan seluruh situasi, maka pembicara dengan mudah dapat mengidentifikasi dirinya dengan hadirin. Agar identifikasi dapat berjalan sebagaimana diharapkan, haruslah diciptakan dasar umum yang sama. Bila dasar umum yang sama itu belum diciptakan, dia harus berusaha mencari dasar umum yang seluas-luasnya. Identifikasi merupakan kunci keberhasilan pembicara. Bila terdapat situasi konflik antara pembicara dan hadirin, maka pembicara harus berusaha mengaburkan situasi konflik tersebut; sikap agresif harus dibelokkan, sehingga dapat diciptakan dasar umum yang sama.

3. Sugesti
Sugesti adalah suatu usaha membujuk atau mempengaruhi orang lain untuk menerima suatu keyakinan atau pendirian tertentu tanpa memberi suatu dasar kepercayaan yang logis pada orang yang ingin dipengaruhi. Seseorang yang ingin mengadakan persuasi dengan hasil sebagai yang diinginkannya dapat memanfaatkan kekuatan sugesti parental. Ia harus mencoba berbicara dengan memanfaatkan semua kemungkinan yang ada, yang mempunyai pertalian dengan sugesti parental itu. Sugesti parental adalah pengaruh yang berasal dari kepercayaan terhadap orangtua atau pengganti orangtua, tokoh-tokoh yang sukses sebagai orang-orang yang mahatau. Sugesti sering merupakan pembebasan dari suatu pola yang sudah ada pada seseorang untuk dapat menciptakan sesuatu hal atau pola yang baru. Karena rangsangan (stimulus) asli mula-mula timbul dalam hubungan dengan orangtua, maka prestise merupakan faktor yang mampu mempengaruhi oranglain. Seseorang cenderung untuk percaya bahwa pernyataan-pernyataan dari orang-orang yang berkedudukan tinggi, orang yang mempunyai reputasi, dan mempunyai keunggulan-keunggulan lainnya, merupakan hal-hal yang patut diikuti.

4. Konformitas
Konformitas adalah suatu keinginan atau suatu tindakan untuk membuat diri serupa dengan sesuatu hal yang lain. Arti lain konformitas adalah suatu mekanisme mental untuk menyesuaikan diri atau mencocokan diri dengan sesuatu yang diinginkan itu. Sikap yang diambil pembicara untuk menyesuaikan diri dengan keadaan supaya tidak timbul ketegangan adalah juga menyangkut konformitas. Konformitas biasanya dianggap sebagai suatu tindakan yang akan membawa pengaruh positif kearah kemajuan. 

Dalam persuasi, orang yang melakukan persuasi memperguanakan teknik ini untuk menyesuaikan dirinya dengan orang yang dipersuasi. Artinya, orang yang melakukan persuasi akan melakukan semua kebiasaan atau tindakan yang dilakukan oleh orang yang dipersuasi, bukan hanya seolah-olah merasakan lewat kata-kata. 

Teknik ini sama atau mirip dengan identifikasi. Bedanya, dalam indentifikasi pembicara hanya menyajikan beberapa hal yang menyangkut dirinya dengan hadirin. Dalam konformitas pembicara memperlihatkan, bahwa dirinya mampu berbuat dan bertindak sebagai para hadirin.

5. Kompensasi
Konpensasi adalah suatu tindakan atau suatu hasil dari usaha untuk mencari suatu pengganti (substitute) bagi sesuatu hal yang tak dapat dipertahankan. Usaha mencari usaha substitut itu terjadi karena tindakan atau keadaan yang asli sudah mengalami frustasi. Substitut yang dicari harus merupakan suatu hal yang belum terlibat atau belum tercakup dalam hal atau keadaan yang asli. Dalam persuasi, pembicara dapat mendorong hadirin untuk melakukan suatu tindakan atau perbuatan lain atau tindakan yang diinginkan oleh pembicara dengan menunjukkan secara meyakinkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk itu. Apa yang barangkali sejauh ini tidak dicapai hadirin tidak usah drisaukan, karena keadaan memang tidak memungkinkan. Tetapi, dunia kita bukan hanya tergantung dari bidang usaha itu. Masih tersedia banyak hal lain yang dapat dikerjakan dan kalau dikerjakan dengan sungguh-sunguh sesuai dengan kemamuan yang ada pada para hadirin sekarang ini, pembicara yakin akan dicapai hasil yang jauh lebih cemerlang, dan sekaligus mengangkat nama dan kedudukan para hadirin. 

6. Penggantian 
Penggantian (displacement) adalah suatu proses yang berusaha menggantikan suatu maksud atau hal yang mengalami ritangan dengan suatu maksud atau hal lain yang sekaligus juga menggantikan emosi kebencian asli, atau kadang-kadang cinta kasih yang asli. Dalam persuasi pembicara berusaha meyakinkan hadirin untuk mengalihkan suatu objek atau tujuan tertentu kepada suatu tujuan lain. Dalam hal ini ada kemiripan dengan konpensasi. 

7. Proyeksi
Seperti halnya ada kemiripan antara pneggantian dan konpensasi, juga terdapat kemiripan antara penggantian dan proyeksi, sehingga kedua teknik ini juga sering dikacaukan. Proyeksi adalah suatu teknik untuk menjadikan sesuatu yang tadinya adalah subjek menjadi objek. Sesuatu sifat atau watak yang dimiliki seseorang, tidak mau diakui lagis ebagai sifat atau wataknya, tetapi dilontarkan sebagai sifat atau watak orang lain. Jika seseorang diminta untuk mendeskripsikan yang tak disenanginya, ia akan berusaha untuk mendeskripsikan hal-hal baik mengenai dirinya sendiri. Kesalahan yang dilakukan seseorang dilemparkannya kepada oranglain, bahwa orang lain itu yang melakukannya. 

Berdasarkan  penjelasan contoh karangan persuasi dan pengertian lengkap di atas, perhatikan contoh karangan persuasi di bawah ini.

Contoh karangan persuasi singkat

Cara Menanggulangi Banjir

Saat musim penghujan, di Indonesia banyak daerah yang mengalami kebanjiran. Banjir dapat disebabkan oleh tersumbatnya aliran air dalam saluran irigasi atau tidak adanya akar sebagai penyaring atau penahan gerusan air tanah. Meskipun demikian, banjir pada dasarnya dapat dicegah dengan beberapa cara. Penanggulangan atau pencegahan banjir dapat dilakukan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, secara rutin dan bersama-sama membersihkan saluran irigasi air, memilih dan memperluas tempat penampungan air dalam ukuran besar.

Dari cara di atas, tidak membuang sampah sembarangan adalah cara paling sederhana yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja untuk menanggulangi banjir. Dengan tidak membuang sampah sembarang, aliran air pada saluran irigasi akan tetap berjalan lancar. Selain itu, pemisahan pembuangan sampah berdasarkan jenisnya juga sangat membantu untuk penanggulangan banjir. Jenis sampah plastik perlu waktu sangat lama untuk dapat terurai dalam tanah, sehingga bila banyak sampah plastik yang ada dalam tanah akan menghambat aliran air. Akibatnya, air akan meluap dan terjadilah banjir.

Dengan demikian, marilah kita bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari banjir. Buanglah sampah berdasarkan jenisnya pada tempat yang telah disediakan. Dengan membuang sampah dengan benar maka lingkungan akan bersih, sehat, dan terhindar dari banjir.

Demikian contoh karangan persuasi dan pengertian lengkap yang diharapkan dapat membantu melancarkan pembuatan tugas yang berkaitan dengan pembuatan contoh karangan persuasi dan pengertian lengkap. Jangan lupa kunjungi blog kami di bahasaindonesiaku.net ada banyak artikel bermanfaat lainnya. Terimakasih

Sumber buku :
Keraf, Gorys. 2003. Argumentasi dan narasi. Jakarta : Gramedia.
Contoh Karangan Persuasi dan Pengertian Lengkap | ikhwan mukhlisi | 5