Jenis-Jenis Puisi Lama Dan Pengertian Lengkap

Bahasa Indonesiaku - Jenis-jenis puisi lama dan pengertian lengkap – Halo, gimana kabar kalian? Oiya kali ini saya akan mencoba membahas tentang pengertian dan jenis-jenis puisi lama. Tentu kita tahu bahwa ada perbedaan antara puisi lama dan puisi modern, lantas apa saja sih perbedaannya? Nah untuk mengetahuinya, kita akan membahasnya satu persatu ya, dimulai dari pengertian puisi lama berikut ini. 

Puisi lama adalah jenis yang terikat oleh aturan-aturan, diantaranya jumlah kata dalam satu baris, jumlah dalam satu bait, persajakan (rima), banyak suku kata setiap baris, dan irama. Jenis jenis puisi lama dan pengertian lengkap – Puisi lama terbagi menjadi tujuh macam, yakni mantra, pantun, karmina, gurindam, syair, sloka, dan taliban. Masing-masing jenis-jenis puisi lama dan pengertian lengkap akan dijabarkan di bawah ini.
Baca juga artikel terkait berikut ini:
1. Jenis-jenis puisi modern (puisi baru) dan penjelasannya lengkap


Jenis-Jenis Puisi Lama Dan Pengertian Lengkap


1. Mantra 
Mantra adalah sejenis puisi tua yang keberadaannya dianggap memiliki kekuatan gaib sebagaimana doa. Pada mulanya mantra bukan bagian dari karya sastra, melainkan bagian dari adat atau kepercayaan. Tetapi, setelah mengalami penelitian mantra memiliki ciri umum sebuah karya sastra.
Contoh mantra:

1. Sihir lontar pinang lontar
        Terletak di ujung bumi
        Setan buta jembalang tua
        Aku sapa tidak berbunyi

2. Assalamu’alaikum putry satulung besar
        Yang beralun beriling simayang
        Mari kecil, kemari
        Aku menyanggul rambutmu
        Aku membawa sadap gading
        Aku membasuh mukamu

2. Pantun 
Pantun adalah puisi lama yang mempunyai tiga ciri. Pertama, terdiri atas empat baris yang berpola ab-ab. Kedua setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata. Ketiga, dua baris pertama sebagai sampiran dan dua baris berikutnya sebagai isi. Kata “pantun” berasal dari kata patutun dalam bahasa Minangkabau yang berarti penuntun. Sejak kemunculannya, pantun biasa digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai alat untuk memlihara bahasa dan mengakrabkan pergaulan antarsesama. 
Contoh pantun:

1. Burung merpati burung dara
        Terbang menuju angkasa luas
        Hati siapa takkan gembira
        Karena aku telah naik kelas.

2. Asam kandis asam gelugur
        Ketiga asam si riang-riang
        Menangis mayat di pintu kubur
        Teringat badan tidak sembahyang.

3. Karmina 
Karmina adalah jenis pantun pendek yang hanya terdiri dari dua baris. Baris pertama merupakan sampiran, sementara baris kedua merupakan isi. Dalam budaya Betawi, karmina sangat dikenal sebagai pantun pendek yang sering digunakan dan disajikan dalam acara-acara penting, seperti lamaran, pernikahan, pesta budaya, dll. 
Contoh karmina:

1. Satu dua tiga empat
        Kakek tua pakai tongkat

2. Burung perkutut terbang melayang
        Abang kentut tidak bilang-bilang

4. Gurindam  
Gurindam adalah puisi lama yang mempunyai tiga ciri. Pertama, setiap bait terdiri dari dua baris dengan rima yang sama (a-a atau b-b atau c-c). Kedua, jumlah suku kata dalam baris antara 10-14 suku kata. Ketiga, hubungan antar baris satu dan dua membentuk kalimat majemuk yang mempunyai hubungan sebab- akibat. 

Contoh gurindam:
1. Barang siapa tiada memegang agama
        Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama

2. Tahu pekerjaan tidak baik, tetapi dikerjakan
        Bukannya manusia, itulah setan.

5. Syair 
Syair adalah jenis puisi lama yang berirama yang berasal dari daerah arab dan mempunyai empat ciri. Pertama, setiap bait terdiri dari empat baris dan bersajak a-a-a-a. Kedua, setiap baris mempunyai makna yang paling berkaitan dengan baris-baris sebelumnya. Ketiga, kebanyakan syair ,menceritakan kisah yang mengandung nasihat/ petuah. Keempat, setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata.
Contoh syair:

1. Pada zaman dahulu kala
        Tersebutlah sebuah cerita
        Sebuah kerajaan yang aman sentosa
        Dipimpin sang raja nan bijaksana

2. Paras elok amat sempurna
        Petak majelis bijak laksana
        Memberi hati bimbang gulana
        Kasih kepadanya mulia dan hina.

6. Seloka 
Seloka adalah jenis puisi melayu klasik yang mempunyai bentuk mirip pantun dan mengandung senda gurau, kejenakaan, sindirian, bahkan ejekan. Kata “seloka” diambil dari bahasa Sansekerta, yang berarti bahasa terkait yang bentuk maupun peranannya mirip seperti pantun. Seloka biasanya ditulis dalam empat baris, tetapi ada juga yan ditulis lebih dari empat baris.
Contoh seloka :

1. Sudah bertemu kasih sayang
        Duduk termangu malam siang
        Hingga setampak tiada renggang
        Tulang sendi habis terguncang

2. Warna merah menghias buku
        Indah nian kian kupandang
        Anak kecil menangis sendu
        Seharian ia tak makan

7. Talibun 
Talibun adalah jenis pantun panjnag yang terdiri dari lebih dari empat baris yang kesemuanya berjumlah genap, antara lain enam, delapan, sepuluh, dua belas baris, dan seterusnya. Tetapi, dari banyaknya talibun yang ditemui, biasanya terdiri dari enam atau delapan baris, dua belas, dan seterusnya, meskipun talibun dengan jumlah baris seperti itu tetap ada.

Apabila talibum terdiri dari enam baris maka tiga baris pertama dikategorikan sebagai sampiran, sementara tiga baris kedua dikategorikan sebagai isi. Apabila talibun terdiri dari delapan belas baris maka empat baris pertama dikategorikan sebagai sampiran semetara empat baris kedua dikategorikan sebagai isi.
Contoh taliban:

1.   Penakik pisau seraut
           Ambil alah batang lintabung
           Selodang ambilkan niru
           Yang setetes jadikan laut
           Alam terkembang jadikan gunung 

Demikian penjelasan dari jenis-jenis puisi lama dan pengertian lengkap, semoga penjelasan di atas dapat membantu penyelesaikan tugas dan menambah wawasan pembaca. Jenis-jenis puisi lama dan pengertian lengkap di atas ditulis berdasarkan sumber dengan cetakan terbaru. Jangan lupa kunjungi blog kami di bahasaindonesiaku.net ada banyak sekali artikel bermanfaat lainnya yang bisa menambah pengetahuan kalian tentang pelajaran bahasa Indonesia. Semoga bermafaat, terimakasih. 
Sumber:
Wahyuni, Ristri. 2014. Kitab Lengkap Puisi, Prosa, dan Pantun Lama. Yogyakarta: Saufa.
Jenis-Jenis Puisi Lama Dan Pengertian Lengkap | ikhwan mukhlisi | 5