Kalimat Majemuk Bertingkat beserta Contoh Kalimatnya Lengkap

Bahasa Indonesiaku - Kalimat majemuk bertingkat dan contoh kalimat – Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang pengertian kalimat majemuk bertingkat beserta contohnya. Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih yang disatukan secara padu. Kalimat majemuk dibagi menjadi kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Berikut ini akan dijelaskan secara rinci tentang kalimat majemuk bertingkat dan contoh kalimatnya. 

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat tunggal yang salah satu unsurnya diperluas sehingga perluasannya itu membentuk pola kalimat baru di samping pola kalimat yang sudah ada. Kalimat yang mengalami perluasan salah satu unsurnya disebut dengan induk kalimat, sedangkan hasil dari perluasannya disebut dengan anak kalimat. 

Pengertian Kalimat majemuk bertingkat dan contoh kalimat

Contoh kalimat majemuk bertingkat:

Contoh : - Ayah pergi ketika ibu pulang dari pasar.
- Rendi belajar dengan rajin supaya nilainya bagus.
- PLN mengumumkan bahwa tarif dasar listrik akan mengalami kenaikan.

Kalimat majemuk bertingkat memiliki 13 jenis berdasarkan hubungannya, yaitu:

1. Kalimat majemuk hubungan waktu.
Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata saat atau ketika.
Contoh : Adik sedang belajar, ketika ibu pulang dari pasar.

2. Kalimat majemuk hubungan syarat.
Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata jika, seandainya, asalkan, apabila, dan andaikan.
Contoh : Jika aku mendapatkan beasiswa, aku akan belajar lebih rajin lagi.

3. Kalimat majemuk hubungan tujuan.
Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata agar, supaya, dan biar.
Contoh : Nada sengaja mengikuti bimbel agar nilainya terus meningkat.

4. Kalimat majemuk hubungan konsensip.
Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata walaupun, meskipun, biarpun, dan kendatipun.
Contoh : Walaupun sedang bersedih, Hari tetap tersenyum di depan teman-temannya.

5. Kalimat majemuk hubungan penyebaban.
Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata sebab, karena, dan oleh karena.
Contoh : Dita menangis sebab kedua orangtuanya telah meninggal dunia.

6. Kalimat majemuk hubungan perumpamaan.
Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata ibarat, seperti, bagaikan, laksana, dan sebagaimana.
Contoh : Wajahnya pucat bagaikan bulan kesiangan.

7. Kalimat majemuk hubungan akibat.
Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata sehingga, sampai-sampai, dan maka.
Contoh : Juna begitu pintar matematika, sehingga dia mendapatkan juara lomba matematika.

8. Kalimat majemuk hubungan cara.
Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata dengan.
Contoh : Dia membiayai adik-adiknya dengan cara menjual koran sepanjang hari.

9. Kalimat majemuk hubungan sangkalan.
Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata seolah-olah dan seakan-akan.
Contoh : Setelah kejadian itu, Jelita diam saja seolah-olah tak terjadi apa-apa.

10. Kalimat majemuk hubungan kenyataan.
Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata padahal dan sedangkan.
Contoh : Dian terus saja belajar, padahal dia sedang demam.

11. Kalimat majemuk hubungan hasil.
Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata makanya.
Contoh : Doni anak yang nakal dan malas, makanya dia tidak naik kelas.

12. Kalimat majemuk hubungan penjelasan.
Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata bahwa.
Contoh : nilai raport Rina selalu bagus, itu menunjukkan bahwa dia anak yang rajin belajar.

13. Kalimat majemuk hubungan atributif.
Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata yang.
Contoh : Anak yang berbaju biru itu adalah teman saya.

Sesuai dengan fungsinya, pada kalimat majemuk bertingkat anak kalimat dibagi menjadi 4, yaitu:

1. Anak kalimat perluasan subjek.
Artinya, pada anak kalimat yang mengalami perluasan adalah subjeknya.
Contoh :
§ Mereka mendapatkan beasiswa di sekolah. (sebelum perluasan)
§ Siswa/ siswi yang berprestasi mendapatkan beasiswa di sekolah. (setelah perluasan)

2. Anak kalimat perluasan predikat.
Artinya, pada anak kalimat yang mengalami perluasan adalah predikatnya.
Contoh :
§ Daerah aliran sungai Citarum gundul. (sebelum perluasan)
§ Daerah aliran sungai Citarum pohon-pohonnya ditebangi penduduk secara liar. (setelah perluasan)

3. Anak kalimat perluasan objek.
Artinya, pada anak kalimat yang mengalami perluasan adalah objeknya.
Contoh : 
§ Kami telah menduga hal itu. (sebelum perluasan)
§ Kami telah menduga bahwa kecelakaan itu adalah kelalaian dari orangtuanya. (setelah perluasan)

4. Anak kalimat pengganti keterangan.
Artinya, pada anak kalimat yang mengalami perluasan adalah keterangannya.
Contoh :
§ Kemarin Ani datang ke rumahku.
§ Ketika aku sedang menonton televisi, Ani datang ke rumahku. (setelah perluasan)

Demikian penjelasan tentang kalimat majemuk bertingkat dan contoh kalimatnya. Diharapkan tulisan ini bermanfaat dalam menambah wawasan atau dapat dijadikan bahan referinsi dalam menyelesaikan tugas. Jangan lupa kunjungi blog kami di bahasaindonesiaku.net ada banyak sekali artikel bermanfaat lainnya. Baca juga artikel terkait berikut ini ya:
Kalimat Majemuk Bertingkat beserta Contoh Kalimatnya Lengkap | ikhwan mukhlisi | 5