Cara Menulis Kutipan yang baik beserta Pengertian dan Jenisnya

Bahasa Indonesiaku - Pengertian, jenis, dan cara menulis kutipan – Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seseorang, atau ucapan seseorang yang terkenal, baik terdapat dalam buku-buku maupun majalah-majalah. Penulis cukup mengutip pendapat yang dianggapnya benar itu dengan menyebutkan di mana pendapat itu dibaca, sehingga pembaca dapat mencocokkan kutipan itu dengan sumber aslinya. Walaupun kutipan atas pendapat seorang ahli itu diperkenankan tidaklah berarti  bahwa sebuah tulisan seluruhnya  dapat terdiri dari kutipan-kutipan. Penulis juga tidak diperkenanakan mengutip keseluruhan kata atau pendapat dari sebuah buku.
Jenis kutipan 
Menurut jenisnya, kutipan dapat dibedakan menjadi kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli. Sebaliknya, kutipan tidak langsung adalah pinjaman pendapat dari seorang pengarang atau tokoh terkenal berupa inti sari atau ikhtisar dari pendapat tersebut. Perbedaan antara kedua jenis kutipan tersebut haruslah benar-benar diperhatikan karena akan membawa konsekuensi yang berlainan bila dimaksukkan dalam teks. Kutipan langsung yang dicatat pada kartu tidak harus dimasukkan dalam tanda kutip, sedangkan semua kutipan tak langsung tidak diapit oleh tanda kutip. Dengan demikian, penulis tidak akan mengalami kesulitan dalam mengambil kutipan.

Cara Menulis Kutipan yang baik beserta Pengertian dan Jenisnya


Dalam menulis kutipan ada beberapa cara yang dilakukan berdasarkan jenis kutipan. Cara menulis kutipan adalah sebagai berikut.

a. Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris.
Sebuah kutipan langsung yang panjangnya tidak lebih dari empat baris ketikan, akan dimasukkan dalam teks dengan cara berikut:
1. Kutipan itu diinterasikan langsung pada teks;
2. Jarak antar baris dengan baris dua spasi;
3. Kutipan diapit dengan tanda kutip;
4. Sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukkan setengah spasi ke atas, atau dalam kurung ditempatkan nam asingkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat terdapat kutipan itu.

Misalnya :
Seorang guru tidak dapat memperhatikan murinya satu demi satu. Dalam seminar “The Teaching of Modern Language” oleh sekretariat UNESCO di Nuwara Eliya, Sailan, pada bulan Agustus 1953 dikatakan : Because of the very special nature of languae, teaching us well on eneral educational grounds, it is vital that classes should be small” (hal. 50). Untuk waktu yang sangat lama.

Pada kalimat Because of the very special nature of languae,...dst. merupakan suatu kutipan, tetapi kutipan tersebut tidak lebih dari empat baris ketikan. Oleh karena itu, kutipan itu harus diintegrasikan dengan teks, serta spasi antara baris adalah spasi rangkap serta diberikan tanda kutip. Craa lain adalah mencantumkan naama pengarang (singkat), tahun, dan halaman dalam kurung.

b. Kutipan langsung yang lebih dari empat baris.
Bila kutipan langsung yang lebih dari empat baris, maka seluruh kutipan harus digarap sebagai berikut.
1. Kutipan itu dipisahkan dari teks dalam jarak 2,5 spasi;
2. Jarak antara baris dengan baris kutipan satu stapsi;
3. Kutipan itu boleh atau tidak diapit dengan tanda kutip;
4. Sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukkan setengah spasi ke atas, atau dalam kurung ditempatkan nama singkat pengarang, tahun, dan nomor halaman tempat kutipan itu di ambil.
5. Seluruh kutipan itu dimasukkan ke dalam 5 – 7 ketikan; bila kutipan itu dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama dari kutipan tersebut dimasukkan lagi 5-7 ketikan.

Terkadang ada masalah yang muncul selama akan mengutip, seperti kutipan yang didalamnya terdapat kutipan. Dalam masalah ini ada dua cara yang dapat digunakan yaitu:
1. Menggunakan tanda kutip ganda [“...”] bagi kutipan asli dan tanda kutip tunggal [‘. . .’] bagi kutipan dalam kutipan itu, atau sebaliknya.
2. Bagi kutipan asli tidak dipergunakan tanda kutip, sednagkan kutipan dalam kutipan itu mempergunakan tanda kutip ganda.
c. Kutipan tak langsung.
Dalam kutipan tak langsung biasanya inti atau sari pendapat itu yang dikemukakan. Sebab itu kutipan itu tidak boleh mempergunakan tanda kutip. Beberapa syarat yang harus diperhatikan untuk membuat kutipan tak langsung adalah sebagai berikut.
1. Kutipan itu diintegrasikan dengan teks;
2. Jarak antar baris dua spasi;
3. Kutipan tidak diapit dengan tanda kutip;
4. Sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukan setengah spas ke atas, atau dalam kurung ditempatkan nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman.
d. Kutipan pada catatan kaki.
Selain dari kutipan yang dimasukkan dalam teks seperti telah diuraikan ada pula kutipan yang ditempatkan pada catatan kaki. 
e. Kutipan atas ucapan lisan
Dalam karya-karya ilmiah atau tulisan lainnya, sering pula dibuat kutipan-kutipan atas ucapan-ucapan lisan. Sumber ucapan-ucapan lisan itu dapat dimasukkan lansung dalam teks.
f. Variasi membuat kutipan
Dalam penulisan kutipan jika memakai pola yang sama akan menimbulkan banyak kebosanan. Ada beberapa cara lain untuk membuat kutipan- kutipan itu dirasakan lebih mantap. Salah satu cara (terutama untuk kutipan yang singkat) adalah langsung mulai dengan materi kutipan hingga perhentian terdekat disusul dengan sisipan penjelas tentang ucapan atau pendapat itu, untuk mengetahui siapa yang berkata demikian. Perhentian itu dapat dilakukan sesudah sebuah kata dapat pula sesudah sebuah frasa atau kalimat singkat.

Demikianlah penjelasan tentang Pengertian, jenis, dan cara menulis kutipan, diharapkan dapat membantu adik-adik yang sedang mengerjakan tugas berkaitan tentang hal tersebut. Selain itu, artikel tentang Pengertian, jenis, dan cara menulis kutipan dapat menambah wawasan kalian tentang materi bahasa Indonesia. Terima kasih telah membaca dan menjadikan artikel Pengertian, jenis, dan cara menulis kutipan sebagai salah satu referensi kalian. Jangan lupa kunjungi blog kami di bahasaindonesiaku.net yaa..

Baca juga artikel terkait berikut ini:

Cara Menulis Kutipan yang baik beserta Pengertian dan Jenisnya | ikhwan mukhlisi | 5