Contoh Surat Pembaca di Koran Terbaru tentang PLN

Contoh surat pembaca di koran terbaru -- Surat pembaca adalah adalah surat yang dimuat dalam surat kabar atau majalah yang ditulis oleh pembaca surat kabar atau majalah. Surat pembaca merupakan sarana untuk menyatakan kritik, saran, pendapat, himbauan, usulan, dan sebagiannya ditujukan kepada instansi pemerintah, perusahaan, swasta, atau pribadi. Penulisan surat pembaca haruslah singkat, jelas, dan menarik perhatian pihak yang dituju dalam surat tersebut.

Contoh surat pembaca di koran terbaru – Surat pembaca biasanya diterbitkan setelah surat tersebut diterima oleh pihak redaksi. Selain itu, setelah surat pembaca diterbitkan, sebaiknya dibahas secara tertulis melalui surat kabar atau majalah yang sama oleh pihak yang dituju. Hal itu dikarenakan agar penulis surat pembaca mengetahui adanya respon atau klarifikasi dari surat yang telah dibuat. 

Contoh Surat Pembaca di Koran Terbaru tentang Pemadaman PLN

Kekacauan si Sistem PLN

Kompas, Senin, 28 September 2015

Saya adalah pelanggan PLN 5386-5134-0680, di lokasi Kota Wisata – Cibubur. Sudah hampir 2 bulan ini saya bermigrasi ke meteran listrik Token. Selain migrasi token, kamipun naik daya karena dirasa kebutuhan meningkat. Dan tanpa masalah, kamis ekeluarga selalu membeli token, baik dengan ID pelanggan maupun dengan nomer meteran (14-2389-5405-2).

Namun, pada hari Jumat malam tanggal 25 September 2015, pada saat saya ingin membeli pulasa token listrik PLN, hampir semua minimarket menolak dan mengatakan nomer meterannya salah.  Tidak kurang akal, istri saya mencoba membeli token via internet banking. Dan benar saja, tidak bisa.

Akhirnya kami mencoba menggunakan ID pelanggan untuk membeli Token di internet banking, ternyata bisa. Kecurigaan mulai terlihat, ketika keterangan no. meteran yang tercetak dibukti token, berbeda dengan nomor meteran kami. Telepon ke call center123 pun tidak membuahkan hasil. Menurut mereka, tidak ada masalah atau jaringan/ network, data saya pun benar. Mereka menjanjikan akan mengirim petugas lapangan ke rumah dan saya diberi  nomor pengaduan POGB1FE. Namun, setelah satu jam berlalu, petugas belum juga datang, saya mencoba menghubungin PLN di 123 lagi. Karena rasa penasaran saya, saya meminta petugas CS untuk memerikasa kembali apakah ada masalah dengan data saya dan saya mendapat jawaban tidak ada masalah. Data saya semuanya benar adanya. Sekitar pukul 21:40 petugas PLN datang. dan lucunya informasi yang saya sampaikan melalui PLN di 123, banyak yang tidak tersampaikan kepada petugas sehinga saya harus menjelaskan ulang.

Menurut petugas lapangan, ada kesalahan pada sistem dan segera ditindak lanjuti. Dia mengatakan prosesnya tidak lama. Hanya butuh laporan ke pusat dan nanti akan ada pembukuan blokir. Dia janji akan menelpon saya jika sudah beres. Namun, hingga jam 1 malam, tidak ada solusi juga dan tidak ada telepon yang telah dijanjikan. Saya juga belum bisa mengisi pulsa. Padahal token di meteran saya semakin tipis atau habis. Sampai menjelang jam 6 pag, saya juga belum menerima kabar baik dari PLN.

Karena penasaran, akhirnya pagi-pagi juga saya dan istri mendatangi PLN Cileungsi untuk mendapatkan informasi pasti. Informasi yang saya dapat lebih mengejutkan lagi. Menurut mereka ternyata proses naik daya membuat meteran “lama” saya datanya menjadi invalid, nomor meterannya sudah dimutasi dan tidak bisa dipergunakan untuk mengisi token.

Mereka meminta maaf, bahwa seharusnya sebelum tanggal 23 september ada petugas yang mengganti meteran yang baru. Siang ini, ketika petugas datang dia mengatakan pergantian meteran karena meteran lama rusak. Semakin misterius, karena dia datang membawa SPK dan fisik meteran dengan nomor 14-2239-8481-7. Nomor meteran yang sama dengan nomor yang sama ketika istri saya melakukan pembelian token melalui ebanking.

Menurut petugas tidak mungkin meteran diganti kalau tidak rusak. Bukan karena naik/ tambah daya. Kalau bisa saya simpulkan.

1. Bagaimana mungkin system yang ada di PLN pusat tidak update? Nomor ID pelanggan saya benar dan nomor meteran masih nomor awal yang saya terima kasih ketika migrasi ke token, namun di sistem ebanking meteran yang baru saya sudah ada? Artinya PLN tidak mungkin tidak tau, bahwa nomor meteran saya telah berganti. Apa data PLN 123 kalah cepat dengan sistem pemebelian token, baik sekelas mini market maupun banking?
2. Jika memang pergantian meteran ini, karena saya menaikan daya, seharusnya data saat petugas waktu itu datang naik daya wajib memberitahukan saya, bahwa akan ada penggantian meteran? Kapan itu terjadi? Kenapa baru sekarang diganti? 
3. Jika penggantian meteran ini karena meteran rusak kenapa PLN tidak memperitahukan saya sebagai pelanggan? Bahwa saya tidak bisa mengisi pulasa sebelum meteran diganti? Karena SPK yang saya terima terlihat 23 September, 3 hari yang llau. Artinya kan PLN sudah tau kalau meteran saya rusak sebelum penerbitan SPK tersebut?

Sebagai catatan, tanggal 21 September 2015, saya masih mengisi token menggunakan nomor meteran yang awal dan tidak ada masalah sama seklai. Hanya ada 1 ID pelanggan : 5386-5134-0680 ada 2 nomor meteran : 14-2389-5405-2. Namun, di SPK PLN Cileingsi hadir tanggal 23 September dan hari ini tertanggal 26 Sepetember tiba-tiba hadir dipasangkan di rumah saya. Secara logika bagimana mungkin itu bis aterjadi. Fisiknya belum terpasang tetapi nomornya sudah aktif. Maaf PLN, anda memiliki “Loop Hole” yang besar sekali di sistem anda. Sangat merugikan, mengecewakan dan berbahaya bagi pelanggan. Apakah seperti ini cara anda melayani kami?

Valdy Prawhesmara
Pesona Monaco W2/56 Kota Wisata, Cibubur.

Demikianlah Contoh surat pembaca di koran terbaru pada koran Kompas tanggal 28 September 2015 lalu. Semoga penjelasan dan contoh surat pembaca ini dapat membantu adik-adik dlaam menyelesaikan tuga ssekolah dengan baik. Terima kasih telah membaca artikel dengan judul Contoh surat pembaca di koran terbaru. 
Contoh Surat Pembaca di Koran Terbaru tentang PLN | ikhwan mukhlisi | 5