Pengertian, Ciri, dan Contoh Tajuk Rencana Singkat tentang Olahraga

Bahasa Indonesiaku - Pengertian, ciri, dan contoh tajuk rencana singkat – Tajuk rencana atau editorial adalah opini atau pendapat dan sikap resmi suatu media sebagai institusi penerbitan terhadap persoalan aktual, fenomenal, dan atau kontroversial yang berkembang dalam masyarakat. Opini yang ditulis pihak redaksi diasumsukan mewakili sekaligus mencerminkan pendapat dan sikap resmi media pers bersangkutan secara keseluruhan sebagai suatu lembaga penerbitan media berkala. Suara tajuk rencana bukanlah suara perorangan atau pribadi-pribadi yang terdapat di jajaran redaksi atau bagian produksi dan sirkulasi, melainkan suara kolektif seluruh wartawan dan karyawan dari suatu lembaga penerbitan pers. Dengan demikian, tajuk rencana tidak mencantumkan nama penulisnya.

Tajuk rencana pers papan atas atau pers berkualitas memiliki ciri antara lain senantiasa hati-hati dalam berbahasa, normatif, cenderung konservatif, berkarakter dab memiliki kepribadian pers, dan menghindari pendekatan kritik yang bersifat telanjang atau tembak langsun dalam ulasan-ulasannya. Dalam pemuatannya tajuk rencana papan atas, pertimbangan aspek politisnya lebih dominan dibandingkan dengan pertimbangan secara aspek sosiologis. Tajuk rencana peras papan tengah atau pers populer berlaku sebaliknya. Pers populer lebih berani, atraktif, progresif, dan tidak canggung untuk memiliki pendekatan kritik yang bersifat telanjang serta tembak langsung (Sumadiria,2005: 7-8).
 
Setelah mendapat penjelasan tentang pengertian, ciri, dan contoh tajuk rencana, berikut ini adalah salah satu contoh tajuk rencana singkat tentang olahraga. Yuk disimak bersama.

Contoh Tajuk Rencana tentang Olahraga


Terpuruknya Olahraga

Tahun 2005, olahraga Indonesia masih tidak mampu bangkit dari keterpurukan. Penyelenggaraan SEA Games XXIII/2005 yang berlangsung di Manila Philipina seolah menjadi penegasan bahwa olahraga Indonesia berada dalam kondisi lampu merah. Bayangkan saja, sejak keikutsertaan diajang SEA Games mulai tahun 1977, Indonesia adalah kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh di kawasan Asia Tenggara. Akan tetapi, sejalan dengan berlangsungnya keterpurukan kondisi ekonomi bangsa ini mulai tahun 1998, olehraga pun terimbas. 

Pada akhirnya, kontingen Thailand yang selama ini mampu dikalahkan oleh kontingen Indonesia, tampil seperti kekuatan yang sulit dikejar. Bahkan, orientasi olahraga “Gajah Putih” itu bukan lagi hanya sebatas Asia Tenggara, tetapi minimal Asia.

Sementara itu, Vietnam yang pada awalnya tidak ada dalam peta kekuatan olahraga di Asia Tenggara, tetapi dalam penyelenggaraan tiga kali SEA Games terakhir, tampil sebagai pesaing kuat bagi Thailand. Terakhir dalam SEA Games di Manila yang baru lalu, olahraga negeri ini sepertinya juga telah lebih dulu bangkit ke level atas untuk melampaui Indonesia. pada akhirnya kita bisa menilai, olahraga kita hanya jalan di tempat, stagnan.

Masih untung ada beberapa cabang olahraga yang mampu mengangkat citra Indonesia di mata Internasional, seperti bulu tangkis, angkat berat, dan tinjo pro. Akan tetapi, itu hanyalah sebagian kecil dari olahraga yang memiliki hampir lebih dari 30 cabang. Merunut nan jauh ke belakang ketika era perjuangan bangsa ini, olahraga selalu didengung-dengungkan sebagai alat pemersatu  dan alat perjuangan. Oleh karena itu, tak heran penyelenggaraan PON pertama 1984 di Surakarta, Solo, tak lain sebagai dari penegasan akan eksistensi negara Indonesia yang diproklamasikan pada tahun 1945.

Hingga saat ini, nilai strategis dan perjuangan masih sering disebut-sebut oleh beberapa pejabat di negeri ini. “Olahraga sebagai pemersatu”, “Olahraga membangun manusia seutuhnya”, dan sebagainya. Akan tetapi, pada kenyataannya, keterpurukan olahraga terjadi di depan mata kita, di depan mata para penjabat. Hingga saat ini, tetap saja keterpurukan masih berlangsung. Ketika UU No. 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional disahkan pada 9 November, dunia olahraga kita seperti mendapatkan payung hukum untuk mendapatkan perhatian. Akan tetapi, sampai hari ini, implementasinya masih menunggu peraturan pemerintah (PP).

Anehnya lagi, pada saat UU OR sudah disahkan, toh masih saja berlangsung “peminggiran”. Olahraga masih belum dinilai penting. Misalnya dari anggaran olahraga tahun 2005 yang diajukan KONI Pusat sebesar Rp201 miliar termasuk untuk persiapan SEA Games 2005, yang disetujui hanya Rp132 miliar.

Padahal, jika dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara lainnya, anggaran sebesar itu masih kecil.Singapura setiap tahun menganggarkan Rp600 miliar, termasuk Rp48 miliar untuk membeli atlet asing yang kemudian diberi status kewarganegaraan Singapura. Malaysia sebesar Rp400 miliar, sednagkan Thailand, yang dalam lima tahun terakhir tampil sebagai kekuatan baru olahraga di tingkat Asia, menganggarkan sebesar Rp2 triliun pertahun.
Kurannya perhatian terhadap olahraga juga terjadi sampai tingkat daerah. Jabar misalnya, yang mengajukan anggaran sebesar Rp26 miliar untuk pembinaan olahraga2006 hanya disetujui Rp6 miliar saja atau hanya 0, 12 persen dari APBD. Bandingkan dengan Jatim dan Jateng, yang mencanangkan dana olahraga mencapai 0,75 persen dari APBD mereka.

Meminta dunia olahragamencari sumber dana juga tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dalam kondisi ini negeri di mana olahraga belum begitu dinilai sebagai sebuah industri, mencari dukungan dana kepihak swasta akan terasa sulit, kecuali jik apemerintah turun tangan. Jika tidak, jangan harap olahraga kita akan bisa bangkit kelevel lebih tinggi lagi. Pada akhirnya, olahraga kita hanya berkutat di tingkat Asia Tenggara.
(Pikiran Rakyat, Rabu, 28 Desember 2005)


Demikianlah penjelasan tentang pengertian, ciri, dan contoh tajuk rencana pendek tentang olahraga, diharapkan dapat menambah wawasan adik-adik. Selain itu, buat kalian yang sedang mengerjakan tugas tentang pengertian, ciri, dan contoh tajuk rencana, dapat menjadikan artikel ini sebagai bahan referensi. Terima kasih sudah membaca artikel tentang Pengertian, ciri, dan contoh tajuk rencana. Semoga bermanfaat. Jangan lupa kunjungi blog kami di bahasaindonesiaku.net ya. Ada banyak sekali artikel bermanfaat lainnya lho. Terimakasih.
Baca artikel terkait berikut ini ya:
1. Contoh tajuk rencana tentang pendidikan dalam koran
Pengertian, Ciri, dan Contoh Tajuk Rencana Singkat tentang Olahraga | ikhwan mukhlisi | 5