Penjelasan Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Drama Lengkap

Bahasa Indonesiaku - Unsur-unsur drama (intrinsik dan ekstrinsik) - penjelasan lengkap – Sebelum kita mempelajari tentang unsur apa saja yang ada di dalam drama. Ada baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu pengertian drama. Dalam arti sempit drama dapat diartikan sebagai teks yang bersifat dialog dan isisnya membentangkan sebuah alur (Luxemburg, 1984: 158). Sedangkan menurut Sudjiman, (1984:20) mengatakan bahwa drama dapat dirumuskan pengertiannya sebagai karya sastra yang bertujuan menggambarkan kehidupan dengan mengemukakan tikaian dan emosi lewat lakuan dan dialog; lazimnya dirancang untuk pementasa di panggung.

Sedangkan dalam arti luas ini disbut juga sandiwara atau tonil. Tonil berasal dari bahasa belanda (toneel). Sandiwara adalah istilah yang diciptakan oleh P.K.G. Mangkunegara VII. Istilah itu dibentuk dari kata sandi dan wara dalam bahasa jawa (sandi: rahasia, warah: pengajaran). Namun, kini istilah drama jauh lebih dikenal daripada istilah sandiwara dan tonil (Harymawan, 1988:2-3). Selin itu drama dalam arti luas adalah seni pertunjukan yang menyajikan alur cerita.

Dalam membuat drama diperlukan dua unsur penting, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur-unsur yang membangun karya sastra drama itu sendirilah yang disebut dengan unsur-unsur intrinsik drama. Unsur-unsur ini secara factual akan dijumpai jika seseorang membaca karya sastra drama. 

Unsur-Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Drama

Unsur-unsur intrinsik secara langsung berada dalam karya sastra, yang merupakan kesatuan struktur intern. Unsur-unsur ini secara langsung turut serta mewujudkan sebuah karya sastra drama. Unsur intrinsik drama ada empat yaitu:

a. Pelaku/pemain/tokoh merupakan pemegang peran yang pada umumnya berupa orang. Tokoh dalam drama tidak hanya sebagai boneka yang mati. Tokoh dalam sebuah drama diharapkan berkesan hidup, yaitu memiliki cirri-ciri kebadanan (usia, jenis kelamin, keadaan tubuh, dan kondisi wajah), kejiwaan (mentalitas, moral, temperamen, kecerdasan, dan kepandaian dalam bidang tertentu), dan kemasyarakatan (status social, pekerjaan atau peranannya dalam masyarakat, pendidikan, ideology, kegemaran, dan kewarganegaraan).
b. Alur adalah rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan seksama dan menggerakkan jalannya certa melalui kerumitan menuju klimaks dan penyelesaian. Alur dalam drama ada tiga, yaitu maju, mundur, dan campuran.
c. Latar adalah keterangan mengenai tempat, ruang, dan waktu yang digunakan pada saat pementasan drama.
d. Tema adalah gagasan, ide, atau pikiran utama yang mendasari suatu karya sastra, khususnya dalam hal ini drama. Tema merupakan gagasan sentral  suatu karya sastra drama.
e. Penokohan adalah pemberian karakter pada tokoh atau pelukisan karakter/ kepribadian pada pelaku. Penokohan dibagi menjadi tiga, yaitu antagonis yaitu tokoh utama berprilaku jahat, protagonis pelaku yang  tokoh utama berprilaku baik, dan  tritagonis yaitu tokoh yang berperanan sebagai tokoh pembantu. 
f. Sudut pandang  adalah gaya atau cara penceritaan. 
g. Amanat adalah pesan dari drama yang ingin disampaikan oleh penulis kepada penonton.

Selain unsur intrinsik, dalam drama juga memerlukan beberapa unsur ekstrinsik.  Unsur-unsur ekstrinsik karya sastra adalah segala macam unsur yang ada di luar sebuah karya sastra, tetapi masih mempengaruhi karya sastra drama. Ada empat hal yang termasuk dalam unsur ekstrinsik drama, yaitu

a. Biografi pengarang  berarti cerita yang dibuat berdasarkan latar belakang perjalanan kehidupan pengarang atau justru merupakan pengalaman pengarang.
b. Aspek psikologis berarti cerita yang dibuat latar belakang psikologis atau kehidupan pengarang atau seseorang.
c. Aspek sosiologis berarti cerita yang dibuat berdasarkan lingkungan atau kejadian yang terjadi di suatu tempat atau daerah.
d. Aspek filsafat berarti cerita yang dibuat melihat dari segi cerita dibalik pembuatan naskah (ilmu pengetahuan).

Keempat unsur tersebutlah yang mempengaruhi keberadaan sebuah karya sastra dari luar. Dengan menggunakan unsur intrinsik dan ekstrinsik tersebut, penulisan naskah drama akan lebih mudah dan cerita akan lebih terstuktur. 

Demikianlah penjelasan tentang unsur-unsur drama (intrinsik dan ekstrinsik). Semoga bermanfaat. Jangan lupa kunjungi blog kami di bahasaindonesiaku.net ada banyak sekali artikel bermanfaat lainnya yang bisa kalian baca untuk rujukan dalam mempelajari materi bahasa Indonesia. Terimakasih.
Baca juga artikel terkait berikut ini yaa:
Penjelasan Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Drama Lengkap | ikhwan mukhlisi | 5