Contoh Cerpen Bawang Merah dan Bawang Putih Terbaik

Bahasa Indonesiaku - Contoh Cerpen Bawang Merah dan Bawang Putih – Cerita pendek adalah jenis karya sastra yang berupa kisah atau cerita tentang manusia dan seluk beluknya lewat tulisan pendek. Cerita pendek pertama kali dikenalkan oleh pengarang Amerika. Cerita pendek bermula pada tradisi penceritaan lisan. Pada waktu itu kisah Iliad dan Odyssey karya Homer disampaikan secara lisan dalam bentuk puisi yang berirama. Irama itu berfungsi sebagai alat untuk menolong orang untuk mengingat ceritanya. Dalam cerita pendek dikisahkan sepenggal kehidupan tokoh, yang penuh pertikaian, peristiwa yang mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan.

Struktur teks cerita pendek itu sendiri iyalah Abstak, Orientasi, Komplikasi, Rosolusi, Evaluasi, Koda. Abstrak adalah cerpen yang paragraf utamanya mengesankan dalam kata lain baik dalam segi isi maupun penggunaan bahasa. Orientasi adalah latar belakang suatu peristiwa yang menunjukan awal terjadinya cerita. Komplikasi adalah suasana disaat terjadinya konflik antara tokoh utama dengan tokoh yang lain. Resolusi adalah kondisi disaat suatu masalah mengalami kebulatan pendapat berupa permintaan oleh tokoh utama. Evaluasi adalah suatu peristiwa dimana setiap tokoh mengevaluasi tokoh yang lain agar tidak terjadi kejadian yang serupa seperti sebelumnya. Sedangkan Koda adalah kejadian unik yang biasannya terjadi diakhir cerita. 
Berikut ini adalah contoh cerita rakyat bawang merah dan bawang putih terbaik yang sudah melegenda.


Contoh Cerpen Bawang Merah dan Bawang Putih


Cerpen Bawang Merah Bawang Putih

Dahulu kala hiduplah sebuah keluarga yang tinggal di sebuah perkampungan. Keluarga itu mempunyai anak yang cantik yang bernama Bawang Putih. Kehidupan keluarga mereka sangatlah bahagia sehingga membuat siapa saja yang melihatnya merasa iri. Setelah beberapa bulan ini ibu Bawang Putih mengalami sakit parah sehingga tidak dapat tertolong. Bawang Putih merasa terluka karena ibunya yang pergi meninggalkan dia. Bawang Putih yang hanya tinggal dengan ayahnya merasa kesepian karena terkadang harus ditinggal pergi berdagang oleh ayahnya.

Tidak jauh dari tempat tinggal Bawang Putih, hiduplah seorang janda yang mempunyai anak bernama Bawang Merah. Setelah ibu Bawang Putih meninggal Bawang Merahlah dan ibunya yang mengunjunginya. Mereka datang sembari membawa makanan, menolong Bawang Putih membereskan tempat tinggal atau hanya menemani Bawang Putih serta ayahnya mengobrol. Setelah keluarga Bawang Putih merasa nyaman, akhirnya sang janda itu menikah dengan ayah Bawang Putih. Dia mendapat ibu baru sekaligus saudara perempuan, yaitu Bawang Merah. Pada mulanya, sang ibu tiri dan saudara perempuannya sangat baik kepada Bawang Putih, Seiring berjalannya waktu sifat mereka mulai terlihat. Sifat yang berubah itu membuat Bawang Putih heran. Mereka memarahi dan memberikan semua tugas membersihkan rumah kepada Bawang Putih.

Pada suatu hari Ayah Bawang Putih menderita sakit keras yang sudah tidak dapat tertolong sehingga meninggal. Setelah Ayahnya meninggal tinggalah Bawang Putih dan saudara tirinya. Hari demi hari Bawang Putih disiksa oleh Bawang Merah dan ibunya. Namun, Bawang Putih menerima itu dengan tabah. Suatu hari, Bawang Putih mencuci baju ibu dan saudaranya di sungai. Ada satu baju yang terhanyut, Bawang Putih pun mengejar baju itu. Sampailah dia disebuah rumah yang dihuni oleh seorang kakek yang berada di tepi sungai. kakek itu menyimpan baju Bawang Putih yang hanyut. kakek itu berkata akan menyerahkan baju apabila Bawang Putih mau membersihkan rumah kakek. Kakek  itu terkesan dengan ketekunan Bawang Putih melakukan tugasnya dengan sangat baik. Sesudah selesai melakukan tugasnya Bawang Putih berpamitan kepada kakek untuk segera pulang ke rumahnya. Baju itupun diserahkan kakek kepada Bawang Putih. kakek itu juga memberikan bingkisan kepada Bawang Putih karena telah bekerja membersihkan rumah kakek. Bungkusan itu tidak boleh dibuka sebelum sampai di rumah. Setelah di rumah dia menceritakan penggalaman yang dialaminya kepada ibu dan saudaranya dan dibukalah bungkusan itu.Ternyata bingkisan itu berisi emas yang berkilauan banyak sekali. Bawang Merah merasa iri kepada keberuntungan Bawang Putih.

Bawang Merah iri dan memutuskan untuk melakukan hal yang sama seperti Bawang Putih. Bawang Merah melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Bawang Putih dia pergi ke sungai dengan membawa baju yang telah di persiapkan untuk di hanyutkan di sungai. Dia menghanyutkan bajunya dan mengikutinya sampai ia berada di rumah kakek. Bawang Merah bertanya apakah kakek melihat baju hanyut di sungai. Kakek pun menjawab bahwa bajunya telah disimpannya. Dia mau menyerahkan baju itu jika Bawang Merah mau membantunya membersihkan rumahnya. Bawang Merah menolak membersihkan rumah Kakek dan tetap meminta baju itu. Bawang Merah merasa tidak suka karena rumah yang sangat berantakan. Sang Kakek memberikan baju tersebut dengan sebuah bungkusan yang bentuknya sama dengan yang diberikannya kepada Bawang Putih. Bawang Putih berlari dengan membawa bungkusan tanpa berterimakasih kata kakek.. Setelah sampai di rumah, Bawang Merah berteriak memanggil ibunya. Ibu dan anak itu lalu membuka bungkusan yang dibawanya. Namun, di dalam bungkusan itu bukan emas berkilau, tetapi ular yang malah mengejar Bawang Merah dan ibunya sampai mereka pergi dari rumah Bawang Putih dan mereka tidak kembali lagi ke desa tempat tinggal Bawang Putih.


Demikianlah Artikel yang dapat kami berikan mengenai Contoh Cerpen Bawang Merah dan Bawang Putih, tentunya banyak mengalami kekurangan karena terbatasnya pengetahuan yang dimiliki penulis mengenai artikel ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca. Terimakasih karena sudah menyempatkan waktu untuk membaca artikel ini.
Contoh Cerpen Bawang Merah dan Bawang Putih Terbaik | ikhwan mukhlisi | 5