Contoh Cerpen Tentang Pengalaman Pribadi Terbaik

Bahasa Indonesiaku - Contoh Cerpen Tentang Pengalaman Pribadi – Cerpen adalah slaah satu jenis karya sastra prosa yang dituliskan berdasarkan kisah seseorang yang ditulis dalam sebuah cerita pendek. Cerita dalam cerpen biasanya mengisahkan tentang peristiwa yang mengharukan, mengesankan, menyedihkan, atau membahagiakan. Pada dasarnya cerpen yang dibuat mengandung nilai-nilai keagamaan, moral, kebenaran, dan kebaikan yang dapat dipetik oleh pembacanya. Diharapkan pembaca dapat menentukan baik dan buruk sesuatu hal setelah membaca cerpen tersebut.

Dalam menulis cerpen ada struktur teks dan unsur kebahasaan yang perlu diperhatikan. Struktur teks yang ada dalam cerpen adalah orientasi, komplikasi, dan resolusi. Untuk lebih jelasnya perhatikan Contoh Cerpen Tentang Pengalaman Pribadi berikut ini.


Contoh Cerpen Tentang Pengalaman Pribadi (Persahabatan)


Persahabatan 

Lima tahun lalu, saat yang paling tidak bisa aku lupakan. Saat itu aku kelas 2 SMA swasta di Bandar Lampung. Lila, begitu teman-temanku memanggilku. Aku gadis usia remaja yang santai dan sedikit ceroboh. Meski begitu, aku masih tetap mementingkan sekolah ketimbang pacaran atau nongkrong dengan teman-teman seperti temanku yang lainnya. Rasanya,  saat itu tidak ada hal yang membuatku kawatir. Tahun pertama memasuki tingkat akhir sekolah semua nilaiku baik-baik saja. Aku sangat bersyukur memiliki teman-teman yang baik dan pengertian. Kami selalu belajar besama ketika kami mengalami kesulitan dan kami memecahkannya bersama. 

Hingga saat yang tak aku harapkan bahkan tidak aku pikirkan datang. Anak baru yang datang ke kelasku  dan  memecahkan persahabatanku. Aku tidak begitu menyukai anak laki-laki itu, temankulah yang selalu saja mengaguminya. Dina mengagumi Oky lebih dari sekedar teman begitu juga Jelita. Hingga mereka lebih suka melihat permainan basket Oky dibandingkan dengan pergi bersamaku mnegerjakan PR. Persahabatan kami pun mulai berubah. Hingga suatu hari guru justru menjadikanku satu kelompok kerja dengan Oky. Senang? Tidak! Aku tidak senang sama sekali dengan kondisi ini. Kondisi ini justru membuatku tak tau harus berbuat apa. 

Awalnya aku menolak, namun Bu guru tetap tidak mengijinkan aku untuk pendah kelompok kerja. Akhirnya dengan berat hati akupun menerima kondisi ini. Inilah awal dimana persahabatanku kandas hanya karena perasaan. Kebiasaan selama kurang lebih tiga bulan kerja kelompok membuatku terbiasa dengan Oky. Tertawa, bercerita, dan bertukar pikiran. Dia yang cuek dengan yang lainnya justru terlihat berbeda saat dia berada di dekatku. Jujur saja, itu membuatku lebih baik dari sebelumnya. Aku menjadi semakin tidak peduli dengan teman-teman yang dulu meninggalkanku hanya karena seorang anak laki-laki. Sekarang, aku pun bisa melakukan hal yang sama. Begitulah pikirku saat itu, aku tak benar-benar menyadari siapa yang menyebabkan ini terjadi. Hingga saat ujian tiba. Nilaiku lebih tinggi dari teman-temanku. Aku senang dan ingin tetap pada kondisi ini. Teman-temanku semakin menjauhiku. Mereka mengucilkanku dan kamipun berselisih paham. Mereka menganggapku curang dan tidak setia kawan. Kamipun sempat diminta untuk ke ruang BK untuk menyelesaikan masalah ini karena kami akhirnya saling ejek dan pukul di dalam kelas. Aku tak mengerti pada mereka yang pada awalnya mereka yang meninggalkan aku, kenapa mereka juga yang bersikap begitu padaku. Kondisiku semakin tak stabil dengan teman-temanku Dina maupun Jelita. 

Tapi, satu hal membuat kami sadar. Saat Oky memutuskan untuk pindah sekolah lagi karena harus mengikuti tugas dinas orangtuanya. Tak ada Oky, kamipun sendiri-sendiri. Aku dengan kesendirianku dan Dina dan Jelitapun masing-masing. Ada perasaan canggung antara kami. Namun, Pindahnya Oky membuat kami sadar bahwa sebenarnya bukanlah kami yang memiliki masalah. Tetapi sudut pandang kamilah yang terlalu dalam terhadap Oky. Hingga tak bisa melihat sisi baik dibalik kehadiran Oky. Kami sadar, kami terlalu egois. Karena sebuah perasaanlah persahabatan kami sempat terguncang. Setelah sadar, kamipun kembali berbaikan dan berjanji apapun dan siapapun yang masuk dalam persahabatan ini tidak akan menjadikan persahabatan ini hancur.

Penjelasan struktur teks cerpen di atas adalah sebagai berikut ini:
Pada paragraf satu adalah struktur teks orientasi yang berisi pengenalan tokoh dan latar cerpen. Paragraf kedua dan ketiga adalah struktur teks bagian komplikasi berisi bertemunya tokoh dengan masalah yang mengantarkan Lila bermusuhan dengan Dina dan Jelita. Paragraf keempat adalah struktur teks resolusi berisi tentang penyelesaian masalah dan mengembalikan keadaan dan menyelesaikan masalah yang ada. 

Demikianlah Contoh Cerpen Tentang Pengalaman Pribadi yang dapat kalian baca dan kalian jadikan referensi dalam mengerjakan tugas sekolah. Semoga bermanfaat, oiya jangan lupa baca juga artikel terkait berikut ini ya atau kunjungi blog kami di bahasaindonesiaku.net untuk mendapatkan artikel lainnya yang membahas tentang materi bahasa Indonesia. Terimakasih.
Artikel terkait:
Contoh Cerpen Tentang Pengalaman Pribadi Terbaik | ikhwan mukhlisi | 5