Contoh Karangan Eksposisi Tentang Pendidikan terbaru

Bahasa Indonesiaku - Contoh Karangan Eksposisi Tentang Pendidikan – Eksposisi adalah uraian (paparan) yang bertujuan menjelaskan maksud dan tujuan suatu karangan atau topik tertentu untuk menambah pengetahuan pembaca. Tujuan utama dalam membuat karangan eksposisi adalah memperluas pandangan dan pengetahuan pembaca. Selain itu, karangan eksposisi merupakan uraian-uraian ilmiah populer dan uraian ilmiah lainnya. Bahasa yang digunakan dalam menulis karangan eksposisi adalah bahasa berita. 

Dalam membuat karangan eksposisi ada yang perlu diperhatikan, yaitu struktur teks dan unsur kebahasaan. Struktur teks yang ada dalam teks eksposisi adalah tesis, argumentasi, dan penegasan ulang. Tesis adalah bagian awal teks eksposisi berisi gambaran umum tentang topik yang akan dipaparkan. Argumentasi adalah bagian teks eksposisi berisi tentang pendapat seseorang tentang topik yang dipaparkan. Penegasan ulang dalam teks eksposisi berisi tentang kesimpulan atau menegaskan kembali isi dari topik yang dipaparkan. 

Unsur kebahasaan yang ada dalam teks eksposisi antara lain, konjungsi, kalimat tunggal, kalimat majemuk, kelompok kata, kata berimbuhan, dan lain-lain. Berikut ini adalah contoh karangan eksposisi tentang pendidikan.


Contoh Karangan Eksposisi Tentang Pendidikan


Pendidikan Karakter

Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia/ diri melalui upaya pengajaran dalam latihan, proses, cara, dan perbuatan mendidik. Pendidikan dibagi menjadi dua yaitu pendidikan formal dan pendidikan informal. Pendidikan formal adalah segenap bentuk pendidikan atau pelatihan yang diberikan secara terorganisasi dan berjenjang (TK, SD, SMP, SMA, dan seterusnya) baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus. Pendidiakan informal adalah pendidikan atau pelatihan yang terdapat keluarga atau masyarakat dalam bentuk yang tidak terorganisasi.  Karakter adalah waktak atau berilaku seseorang. Jadi, pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengajarkan anak untuk berperilaku jujur, sopan, santun,  kreatif, percaya diri, dan peduli.

Menurut penelitian usia remaja adalah usia yang tepat untuk pemberian pendidikan karakter. Usia remaja berkisar antara usia 10 tahun sampai 21 tahun. Pada usia itulah kebanyakan remaja sedang mencari identitas diri mereka. Pada masa inilah, remaja memerlukan pendidikan karakter  untuk mengarahkan mereka dan minat yang mereka miliki ke arah yang positif. Hal itu dikarenakan pada usia remaja seperti ini, remaja mengalami gejolak emosi yang sangat labil. Adanya berubahan tinggi badan, berat badan, mulai adanya ketertarikan antar lawan jenis, dan berpengaruh terhadap psikologisnya. Kondisi itu merupakan masa sulit mereka dan diperlukan pengendalian diri yang kuat saat berada di sekolah, di rumah, dan lingkungan tempat bermain. Pendidikan karakter penting diberikan untuk membatu remaja dalam mengendalikan emosinya dan tidak terjerumus dalam hal-hal yang negatif. Hal itu dikarenakan, pendidikan untuk mencerdaskan otak saja tidak cukup untuk menjadikan anak menjadi lebih baik dalam bersosiliasi. Seseorang juga harus memiliki pengendalian emosi yang baik untuk dapat diterima dalam lingkungannya. Pengendalian diri ketika marah, tidak menyukai seseuatu, senang, kecewa, dan bingung dapat membantu seseorang menjadi lebih dewasa. 

Pendidikan karakter dapat mendidik anak menjadi anak yang berprestasi dan kreatif. Selain itu, dengan pendidikan karakter anak akan menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya, mengajarkan nilai toleransi, sifat saling mengasihi, berbudi pekerti, cinta damai, mandiri, rasa ingin tau, menjadi lebih religius dan lain-lain. Banyak manfaat positif dalam penerapan pendidikan karakter pada usia remaja. 
Dengan demikian, nilai-nilai positif dalam pendidikan karakter yang diberikan kepada anak usia remaja dapat membentuk mereka menjadi remaja yang unggul dan berprestasi. Dengan pendidikan berkarakter mereka akan dapat bersaing dengan baik di segala bidang baik tingkat nasional maupun internasional. Dengan kata lain, remaja dengan pendidikan berkarakter akan menjadi generasi penerus bangsa yang handal. Generasi yang membawa bangsa menjadi lebih maju. Pendidikan karakter akan menjadikan remaja tumbuh menjadi remaja yang unggul dan dapat dibanggakan secara fisik, stabil dalam emosi, dan intelektual yang berkembang dengan baik. 

Penjelasan dari contoh karangan eksposisi tentang pendidikan di atas adalah sebagai berikut.
Pada paragraf 1 dalam karangan eksposisi di atas adalah struktur teks bagian tesis. Bagian itu hanya menjelaskan tentang pendidikan dan karakter. Pada paragraf 2 dan 3 dalam karangan eksposisi di atas adalah struktur teks bagian argumentasi. Bagian yang berisi tentang pendapat tentang pentingnya pendidikan karakter pada usia remaja. Pada paragraf 3 atau paragraf terakhir adalah struktur teks penegasan ulang. Berisi rangkuman yang menegaskan kembali informasi tentang pentingnya pendidikan berkarakter. 


Demikianlah penjelasan tentang Contoh Karangan Eksposisi Tentang Pendidikan, diharapkan dapat membantu kalian dalam menyelesaikan tugas dari guru. Selain itu, contoh di atas dapat menambah pengetahuan kalian tentang pengertian dan struktur teks karangan eksposisi. Jangan lupa kunjungi blog kami di bahasaindonesiaku.net ya. Atau baca artikel terkait berikut ini. Semoga bermanfaat. Terimakasih.
Contoh Karangan Eksposisi Tentang Pendidikan terbaru | ikhwan mukhlisi | 5