Contoh Teks Diskusi tentang Kenakalan Remaja Terbaru

Bahasa Indonesiaku - Contoh Teks Diskusi tentang Kenakalan Remaja – Teks diskusi adalah salah satu teks yang memaparkan atau menjelaskan alasan mendukung dan menolak dari suatu topik yang dipilih. Teks diskusi disusun berdasarkan struktur teks yang ada yaitu, judul, masalah, alasan mendukung dan alasan menolak, dan kesimpulan dari topik yang telah dipilih. Judul dibuat untuk memudahkan pembaca mengetahui topik yang akan dibahas. Masalah yang berisi persoalan yang berkaitan dengan topik/ judul yang telah dipilih. Alasan mendukung dan menolak berisi tentang pendapat seseorang atau banyak orang mengenai topik yang telah dipilih. Alasan menolak merupakan alasan yang menentang dari pendapat yang mendukung. Terakhir adalah bagian kesimpulan berisi tentang hasil akhir atau jalan tengah dari masalah. 

Dalam judul atau tema yang dipilih biasanya yang menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Seperti contoh teks diskusi tentang pendidikan, tentang kesehatan, atau contoh teks diskusi tentang lingkungan (bencana alam), seperti global warming, banjir, kebakaran, dan sebagainya. Untuk memperjelas tentang teks diskusi, perhatikan Contoh Teks Diskusi tentang Kenakalan Remaja  berikut ini. 


Contoh Teks Diskusi tentang Kenakalan Remaja 


Aksi Kebut-Kebutan Remaja di Jalan 

Anak adalah satu anugrah yang tidak ternilai harganya yang diberikan Tuhan untuk pasangan yang telah menikah. Jadi, sudah seharusnya kita menjaga anak-anak agar dapat memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang. Namun, pergaulan yang semakin bebas membuat tidak sedikit anak yang menjadi salah dalam memilih teman. Jika ditelisik lebih dalam, haruskah anak diijinkan mengendarai sepeda motor dalam kondisi apapun? Banyak pendapat yang berbeda di masyarakat mengenai anak-anak yang mengendarai sepeda motor baik yang telah memiliki SIM maupun yang belum memiliki. Bagaimana seharusnya masyarakat menyingkapi permasalahn klasik tentang aksi kebut-kebutan anak di jalan? Karena, hingga saat ini masalah ini masih saja menjadi masalah yang kompleks.

Sebagian dari masyarakat menganggap anak atau pelajar belum layak mengendarai sepeda motor. Banyak alasan yang menyertainya. Seperti, belum cukup umur untuk mendapatkan Surat Ijin Mengemudi (SMI), belum paham akan peraturan-peraturan lalu lintas yang ada di jalan, dan yang pasti kesiapan mental anak belum cukup untuk mengendarai kendaraan di jalanan. Aksi kebut-kebutan di jalan jelas mengancam keselamatan mereka. Apalagi kurangnya pengetahuan mereka tentang berkendara yang baik, akan menambah kekawatiran masyarakat saat melihat akhir tersebut. Selain itu, aksi kebut-kebutan juga akan membuat mereka berusuran dengan pihak kepolisian. Dengan alasan apapun, tidak seharusnya orangtua memberikan ijin anaknya untuk mengendarai kendaraan. Selain itu, pihak yang berwajib harus lebih tegas dalam menangani dan memberikan sanksi kepada pelanggar, pelaku kebut-kebutan di jalan. Pemberian ijin dan tidakan pihak yang berwajib yang tidak tegas dalam menangani kasus kebut-kebutan dianggap justru tidak mendidik.

Sementara itu, sebagian lagi masyarakat memliki banyak alasan dalam pemberian ijin kepada anak-anak mereka untuk mengendarai kendaraan diusia dini. Alasan pertama, mereka memberikan ijin kepada anak-anak mereka untuk melatih si anak menjadi lebih mandiri. Kedua membantu orangtua, seperti pergi ke sekolah sendirian, mengantarkan orangtua atau saudara ke suatu tempat, dan membuat orangtua tenang karena tidak perlu menggunakan ojek (oranglain) atau kendaraan umum (menghindari kriminalitas dalam kendaraan umum). Dengan pengarahan yang baik oleh orangtua, tidak ada salahnya seorang anak mengendarai kendaraan bermotor. Aksi kebut-kebutan hanyalah salah satu aksi nekad yang dilakukan anak-anak yang mungkin tidak mendapatkan pengarahan dari orangtua mereka. Jadi, tidak bisa juga kita melarang semua anak untuk tidak mengendarai sepeda motor. Kita bisa memberikan ijin anak mengendari sepeda bermotor setelah anak paham tentang peraturan yang berlaku di jalan raya. Pembinaan anak dalam keluarga juga mempengaruhi psikologi anak dalam mengatur pikiran dan emosinya dalam berkendara. Aksi kebut-kebutan yang dilakukan oleh remaja dapat kita atasi dengan pengawasan oleh semua pihak masyarakat, sehingga aksi tersebut dapat dihindari. 

Pada prinsipnya, sanksi yang diberikan kepada anak yang melakukan pelanggaran berlalu-lintas dan aksi kebut-kebutan di jalan dapat diberikan untuk membuat jera pelakunya. Namun, pemberian sanksi yang salah juga dapat menyebabkan anak menjadi lebih berani dan nakal. Sebenarnya, yang paling penting adalah peranan orangtua dan masyarakat dalam mengawasi setiap tindakan anak. Pemberian ijin mengendarai kendaraan dengan alasan yang tepat juga dapat menjadikan anak belajar bertanggungjawab. 

Demikian contoh teks diskusi tentang kenakalan remaja, contoh teks di atas telah sesuai dengan struktur teks diskusi. Diharapkan contoh di atas dapat membantu kalian menyelesaikan tugas membuat contoh teks diskusi. Oiya baca juga artikel terkait teks diskusi berikut ini ya. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

Artikel terkait:
Contoh Teks Diskusi tentang Kenakalan Remaja Terbaru | ikhwan mukhlisi | 5