Panduan Penggunaan Huruf Kapital Dalam Bahasa Indonesia Terlengkap

Bahasa Indonesiaku - Pengertian DanPenggunaan Huruf Kapital Dalam Bahasa Indonesia -- Dalam berkomunikasi secara tertulis atau dalam menulis apapun, kita perlu memperhatikan berbagai ejaan yang telah disempurnakan. Salah satu aturan yang perlu diperhatikan dalam menulis adalah pemakaian huruf kapital. Huruf kapital atau kata lain dari huruf besar adalah huruf yang digunakan untuk mengawali sebuah kata pada kalimat tertentu. Penggunaan huruf kapital tidak digunakan disebua kata dalam sebuah kalimat. ada banyak aturan yang perlu diperhatikan dalam menggunakan huruf kapital.

Dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (2001),  ada 15 aturan dalam menulis huruf kapital dalam ejaan yang telah disempurnakan. Berikut ini adalah cara menggunakan huruf kapital yang benar sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Yuk disimak bersama.

Penggunaan Huruf Kapital Dalam Bahasa Indonesia 


1.     Aturan yang pertama adalah huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata di awal kalimat. Berikut ini adalah beberapa contoh pemakaian huruf kapital dalam kalimat.
Contoh:

a.   Dia sangat lelah mengerjakan tugasnya.
b.   Sebenarnya apa yang dia cari?
c.   Tugas itu sangat berat untuk dilakukan.
d.   Kita harus belajar untuk menjadi pintar.
e.   Bakso itu rasanya enak sekali.
f.    Liburan kali ini sangat mengesankan.

2.  Aturan yang kedua dalam penulisan huruf kapital adalah huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Berikut ini adalah beberapa contoh pemakaian huruf kapital dalam kalimat.
Contoh:

a.       “Kapan ibu pulang?"
b.       Ibu menasehati kami, "Berhati-hatilah, Nak  saat di jalan!"
c.       "Kemarin dia terlambat ke sekolah", katanya pelan.

3.      Aturan yang ketiga dalam penulisan huruf kapital adalah huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.  Berikut ini adalah contoh-contoh penggunaan huruf kapital.
Contoh:

a.       Allah
b.      Yang Mahakuasa, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Esa
c.       Alkitab, Quran, Weda, Tripitaka, Islam, Kristen, Hindu, Budha.
d.      Tuhan akan menunjukkan jalan bagi mereka yang yakin kepada-Nya.
e.       Bimbinglah kami ke jalan-Mu, ya Tuhan, agar kami selalu mendapatkan rahmat dari Engkau.

4.      Aturan yang keempat dalam penulisan huruf kapital adalah huruf kapital dipakai sebagai hurif pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti oleh seseorang. Berikut ini adalah contoh penggunaan huruf kapital yang baik dan benar.
Contoh:

a.       Mahaputra Yamin
b.      Sultan Hasanudin
c.       Haji Agus Salim
d.      Nabi Ibrahim

Dalam penulisan huruf kapital, juga ada larangan atau ketentuan dimana huruf kapital tidak boleh dipakai. Huruf kapital tidak dipakai sebagai hurif pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.
Contoh:

a.       Dia batu saja di angkat menjadi sultan.
b.      Tahun ini dia akan pergi naik haji.

5.      Aturan yang kelima dalam penulisan huruf kapital adalah huruf kapital sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu,  nama instansi, atau nama tempat.
Contoh:

a.  Wakil Presiden Adam Malik
b.  Perdana Mentri Nehru.
c.  Profesor Supomo.
d.  Laksamana Muda Udara Husen Sastranegara.
e.  Gubernur Irian Jaya.

Dalam penulisan huruf kapital, juga ada larangan atau ketentuan dimana huruf kapital tidak boleh dipakai. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.

6.    Aturan yang keenam dalam penulisan huruf kapital adalah Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.
Contoh: 

a.  Amir Hamzah
b.  Dewi Sartika
c.  Richard Antony
d.  Wage Rudolf Supratman.

Dalam penulisan huruf kapital, juga ada larangan atau ketentuan dimana huruf kapital tidak boleh dipakai. Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.
Contoh:
a.  mesin diesel itu sangat canggih.
b.  tegangannya 10 volt
c.  5 ampera

7.   Aturan yang ketujuh dalam penulisan huruf kapital adalah huruf kapital sebagai huruf pertama nama bangsa,  suku, dan bahasa.
a.  Contoh:
b.  bangsa Indonesia
c.  suku Sunda
d.  bahasa Inggris

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama bangsa, suku, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk kata turunan.
Contoh:
a.  Mengindonesiakan kata asing
b.  Dia beberbicara keinggris-inggrsan.

8.  Aturan yang kedelapan dalam penulisan huruf kapital adalah huruf kapital digunakan dalam penulisan huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
Contoh:
 a. tahun Hijriah
 b. tarikh Masehi
 c. bulan Agustus
 d. Natal, Galungan, Idul Fitri, Waisak
 e .   Perang Padri, Perang Candu, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Dalam penulisan huruf kapital, juga ada larangan atau ketentuan dimana huruf kapital tidak boleh dipakai. Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama. Contoh:
a. Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya.
b. Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang perang dunia.

9.      Aturan yang kesembilan dalam penulisan huruf kapital adalah huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.
Contoh :
a.  Asia Tenggara
b.  Banyuwangi
c.  Pegunungan Jayawijaya
d.  Tanjung Harapan
e.  Teluk Benggala
f.  Selat Lombok
g.  Terusan Zues

Dalam penulisan huruf kapital, juga ada larangan atau ketentuan dimana huruf kapital tidak boleh dipakai. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri.
Contoh :
a.  Ayah berlayar ke teluk minggu lalu.
b.  A ik paling senang mandi di kali.
c.  Lela takut saat menyebrangi selat.
d.  Rombongan itu pergi menuju tenggara.


Selain itu, huruf kapital juga tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis.
Contoh : 
a.  garam inggris
b.  gula jawa
c.  pisang ambon
d.  kacang bogor

10.   Aturan yang kesepuluh dalam penulisan huruf kapital adalah huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan.
Contoh :
a.  Republik Indonesia
b.  Majelis Permusyawaratan Rakyat
c.  Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
e.  Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak
f.   Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 57, Tahun 1972

Dalam penulisan huruf kapital, juga ada larangan atau ketentuan dimana huruf kapital tidak boleh dipakai. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga pemerintah dan kenegaraan, badan, serta nama dokumen resmi.
Contoh :
a.  menjadi sebuah republik
b.  beberapa badan hukum
c.  adanya kerjasama antara pemerintah dan rakyat
d.  hal itu berdasarkan undang-undang yang berlaku.

11.   Aturan yang kesebelas dalam penulisan huruf kapital adalah huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
Contoh :
a.  Perserikatan Bangsa-Bangsa
b.  Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial
c.  Undang-Undang Dasar Republik Indonesia
d.  Rancangan Undang-Undang Kepegawaian

12.   Aturan yang keduabelas dalam penulisan huruf kapital adalah huruf kapital dipakai sebagai huruf petama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk, yang tidak terletak pada posisi awal. Berikut ini adalah contoh kata-kata yang menggunakan huruf kapital di awal kata. Contohnya.
      a.  Dela membaca buku Komposisi pagi tadi.
      b.  Ayah senang membaca Kompas dipagi hari.

13.   Aturan yang keempat dalam penulisan huruf kapital adalah huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan. Jadi, dalam penulisan nama-nama tersebut haruslah memperhatikan ketentuan yang telah ada. Berikut ini contohnya:
      a.  Dr. Merupakan nama gelar untuk doktor
      b.  M.A. Merupakan nama gelar untuk master of arts
      c.  S.E Merupakan nama gelar untuk sarjana ekonomi
      d.  Ny. Merupakan sapaan untuk nyonya.
      e.  Tn Merupakan sapaan untuk tuan.

Catatan : untuk penulisan gelar dr. ditulis tidak menggunakan huruf kapital, karena  bukan nama gelar melainkan sebagai nama profesi.

14. Aturan yang keempatbelas adalah huruf kapital dipakai sebagai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan. Contoh katanya adalah bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman. Berikut adalah contoh penggunaan katanya dalam kalimat.
Contoh :
a.  Maaf, kapan Bapak kembali dari Banjarmasin?
b.  Surat Saudara sudah saya terima, tunggu konfirmasi dari saya.
c.  Pagi-pagi bapak pergi ke rumah Pak Kades.

Selain penggunaan di atas, ada ketentuan lain yaitu huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam sapaan atau tidak diikuti nama orang.
Contohnya adalah:
a.  Sebagai anak, kita harus elalu menghormati ibu kita.
b.  Saya menunggu bapak yang pulang dari kota.


15.   Aturan yang terakhir dalam penulisan huruf kapital adalah huruf kapital dipakai dalam penulisan huruf pertama kata ganti Anda.  Sapaan saat sedang berbicara satu sama lain. hal ini juga akan menjadikan percakapan terkesan lebih sopan. Contohnya adalah:
      a.  Apakah Anda sudah booking tempat di sini?
      b.  Anda seharusnya menanyakannya terlebih dahulu.


Demikianlah aturan-aturan dalam penulisan huruf kapital atau huruf besar yang perlu diperhatikan dalam menulis.  Semoga artikel dengan judul Penggunaan Huruf Kapital Dalam Bahasa Indonesia dapat membantu kalian dalam mempelajari materi tersebut. Jangan lupa baca artikel terkait di bawah ini ya. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

Artikel terkait:
Panduan Penggunaan Huruf Kapital Dalam Bahasa Indonesia Terlengkap | ikhwan mukhlisi | 5