Pengertian dan Contoh Resensi beserta Penjelasannya Secara Lengkap

Bahasa Indonesiaku - Pengertian resensi dan penjelasannya secara lengkap – Resensi sering juga disebut bedah atau timbangan terhadap buku atau film. Kata resensi diserap dari bahasa Belanda recensie. Dalam bahasa Indonesia, kata resensi dekat dengan kata sensor yang artinya “pengawasan dan pemeriksaan sesuatu yang akan disiarkan (berita, majalah, buku, film, dan sebagainya)”. Resensi juga dekat dengan kata kritik yang berarti hendak menunjukkan letak kualitas suatu karya, baik dari segi isi, bahasa, gaya tulisan, komposisi, dsb.

Selain itu, resensi juga berasal dari bahasa Latin, yaitu recensere  yang memiliki arti melihat kembali, menimbang, atau menilai. Menurut KBBI (2002) resensi merupakan pertimbangan atau pembicaraan tentang buku, atau ulasan buku. Resensi termasuk kegiatan mengapresiasi karya  sastra, cetak dan elektronik, yang tujuannya membantu calon pembaca atau pemirsa menyikapi suatu karya baru, menyambut atau tidak, menggunakan atau tidak, membaca atau tidak, dan menonton atau tidak. Meresensi berarti juga menyajikan dua hal, yakni nilai literer dan manfaat bagi kehidupan. Nilai literer terungkap melalui kegiatan apresiasi sastra, dan manfaat untuk hidup terungkap dari apresiasi kebutuhan masyarakat untuk hidup. 

Dalam menulis resensi buku ada sistematika yang perlu diperhatikan, yaitu data buku, sinopsis, dan penilaian. Data buku yang harus dicatat adalah judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, tebal buku, ukuran buku, dan jumlah halaman. Data lain yang menjadi pertimbangan dalam meresensi buku adalah gambar/ foto/ ilustrasi yang digunakan, bahasa, mutu kertas, dan kualitas sampul buku. 

Pengertian Resensi dan Penjelasannya Secara Lengkap

Ada lima hal yang perli diperhatikan dalam membuat resensi, yaitu

1. Mengidentifikasi bentuk fisik dan isi buku.
Ada beberapa bidang garapan resensi ada tiga, yaitu buku baik fiksi maupun nonfiksi, pementasan seni, seperti film, sinetron, tari, drama, musik, atau kaset. Dan pemeran seni, baik seni lukis maupun patung.

2. Berdiskusi tentang kelebihan dan kekurangan buku
Meresensi buku berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik. Saat membaca tandailah bagian-bagian isi buku yang dapat dijadikan sebagai data membuat tanggapan, kelebihan, dan kekurangan dari isi buku tersebut. Setelah itu, buatlah menjadi sebuah paragraf yang padu.

3. Menyusun rangkuman isi buku 
Agar dapat memudahkan dalam meresensi buku, dapat dibuat ramkuman isi buku. Gunakanlah bagian-bagian penting atau pokok-pokok isi buku tersebut untuk membuat rangkuman. Berikut ini adalah langkah-langkah membuat rangkuman.
a. Bacalah buku dengan seksama
b. Temukan ide pokok tiap paragraf, sub bab, dan bab.
c. Susun kembali ide pokok yan telah ditemukan dalam kalimat tunggal.
d. Susunlah kalimat-kalimat tersebut dalam sebuah paragraf.
4. Menuliskan pendapat pribadi untuk menanggapi isi buku
Pendapat pribadi dalam resensi dapat diungkapkan dalam bentuk penilaian terhadap kualitas buku secara keseluruhan, menilai, kelebihan, atau kekurangan buku, memberi kritik atau saran kepada pembaca. 

5. Meresensi buku
Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa meresensi buku memiliki tiga bagian atau sistematika yaitu pendahuluan (data buku), isi (sinopsis), dan penutup (penilaian buku). Pada bagian pendahuluan berisi informasi objektif tentang identitas buku. Informasi yang dapat dijelaskan dalam pendahuluan adalah (1) judul atau nama buku, (2) penulis dan penyunting (jika ada), (3) penerbit, (4) tahun terbit, (5) cetakan ke-, dan (6) tebal buku. Bagian isi dari sebuah resensi berisi ulasan tentang judul atau tema buku, paparan singkat isi buku (mengacu kepada daftar isi buku) atau gambaran tentang keseluruhan isi buku, dan informasi tentang latar belakang serta tujuan penulisan buku. Pada bagian ini perlu diulas gaya penulisan, perbandingan buku dengan buku lain, yang ditulis oleh penulis yang sama.

Bagian penutup resensi berisi penilaian terhadap kualitas isi buku secara keseluruhan, menilai kelebihan atau kekurangan buku, memberi kritis atau saran kepada penulis dan penerbitnya, serta memberi pertimbangan kepada pembaca tentan perlu tidaknya buku tersbeut dibaca atau dimiliki atau dibeli oleh pembaca. Saran kepada penerbit untuk perbaikan buku, penyuntingan sampul, dan perwajahan buku dapat pula dikemukakan oleh peresesnsi buku.


Ada enam langkah yang dapat diperhatikan dalam meresensi buku, yaitu sebagai berikut.

a. Penjajakan atau pengenalan terhadap buku yang diresensikan yang meliputi, tema, deskripsi isi buku, penerbit, kapan dan di mana buku itu diterbitkan, tebal buku, dan identitas pengarang.
b. Membaca buku yang akan diresensi secara keseluruhan secara komprehensif, cermat, dan teliti.
c. Menandai bagian-bagian buku yang diperhatikan secara khusus dan menemukan bagian-bagian yang dikutip untuk dijadikan data.
d. Membuat intisari buku yang akan diresensi.
e. Menentukan sikap dan menilai kerangka penulisan, bahasa, dan aspek teknis.
f. Mengoreksi dan merevisi (menyunting) hasil resensi dengan menggunakan dasar-dasar dan kriteria yang menentukan sebelumnya.

Setelah mempelajari pengertian resensi secara lengkap, berikut ini adalah contoh resensi singkat sebagai referensi dalam membuat contoh resensi. Silakan dibaca ya: Contoh resensi singkat novel terbaru dalam bahasa Indonesia

Demikian penjelasan di atas diharapkan dapat menambah wawasan kalian tentang pengertian resensi dan penjelasannya secara lengkap. Selain itu, semoga penjelasan di atas menjadi bahan referensi dalam penyelesaian tugas kalian. Terima kasih telah membaca artikel ini. 
Pengertian dan Contoh Resensi beserta Penjelasannya Secara Lengkap | ikhwan mukhlisi | 5