Contoh Esai tentang Pendidikan Terbaru

Bahasa Indonesiaku - Contoh Esai Tentang Pendidikan – Esai adalah karangan bebas yang berisi sebuah ulasan suatu masalah disertai solusi dengan sudut pandang penulisnya sendiri. Dalam menulis esai ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Esai memiliki ciri adanya sebuah masalah yang dikupas, sudut pandang yang digunakan dari penulisnya, dan adanya solusi atau saran dari penulis akan permasalahan itu. 

Langkah yang dilakukan untuk menulis esai adalah memilih topik, mencari sumber, membaca sumber, mencatat informasi penting dari sumber, menjabarkan catatan tersebut, memberikan solusi atau saran, dan membaca kembali esai tersebut. Dalam artikel sebelumnya saya telah memberikan beberapa contoh esai singkat bahasa Indonesia berbagai tema, silakan dibaca kembali pada akhir artikel ini. Kali ini saya akan memberikan contoh teks esai tentang pendidikan. Yuk kita simak bersama.

Contoh Esai Tentang Pendidikan

Batasi Penggunaan HP Dalam Proses Pembelajaran di Sekolah

Perhatikanlah sekitar Anda saat sednag berjalan-jalan. Hampir setiap sudut kota, tangan-tangan seseorang menggenggam handphone. Banyak yang beranggapan bahwa handphone bukan hanya sebuah keperluan, melainkan sebuah kebutuhan yang tak bisa dihindari lagi. Banyak orang lebih memilih smartphone dengan alasan memudahkan mereka dalam mengakses internet. Mulai dari informasi tertulis, gambar, sampai video yang kita cari ada di internet. Tidak hanya kalangan muda, orangtua pun sudah tidak asing lagi dengan benda yang stau ini. Nah, dengan alasan itulah banyak sekolah yang akhirnya mengijinkan siswanya menggunakan handphone untuk mencari informasi yang dibutuhkan selama pembelajaran. Mungkin memang baik tujuannya, hanya saja jika tidak dibatasi akan merugikan mereka sendiri.

Kecanduan handphone bukan lagi masalah sepele untuk saat ini. Kita dapat jumpai kapan saja, dimana saja, dan siapa saja justru sibuk dengan handphone­-nya dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya. Anak-anak yang lebih lama menggunakan Hp akan menjadi lebih apatis dibandingkan dengan anak yang tidak menggunakan Hp. Selain menyebabkan apatis atau rasa ketidakpedulian terhadap sesama, Hp juga membuat anak tidka fokus dengan yang benar-benar dihadapinya. Apalagi, saat berada di dalam sekolah. Terlalu sering memberikan ijin kepada anak untuk mencari informasi dengan menggunakan HP akan membuat anak menjadi malas dan cenderung meremehkan tugas yang diberikan oleh guru mereka. Terkadang, tanpa guru tahu anak justru membuka situs yang seharusnya tidak mereka buka. Kecanduan menggunakan Hp sangat mengganggu proses belajar di kelas. Anak-anak semakin ingin cepat beristirahat atau pulang demi untuk mendapatkan Hp mereka. Jelas kondisi ini sangat memprihatinkan. Anak juga lebih mengingat dengan istilah di game dari pada materi pelajaran. Kecanduan Hp juga seringkali membuat mereka menjadi lupa waktu. Lupa kapan harus belajar, makan, berinteraksi langsung dengan orang-orang sekitar, dan bahkan hampir lupa tidur.

Dengan alasan-alasan itulah seharusnya pihak sekolah memberikan batasan kepada murid untuk tidak terlalu sering menggunakan Hp. Membatasi pemberian ijin untuk mencari informasi dengan menggunakan HP. Guru harus bisa mengarahkan anak untuk mencari informasi melalui koran, majalah, buku diperpustakaan, dan berdiskusi dengan teman. Dengan demikian, anak akan mampu berinteraksi langsung dengan sekitarnya. Anak tidak akan berfokus hanya pada dunia maya dalam Hp. Membiasakan anak membaca koran atau majalah juga melatih kecepatan mata mereka saat membaca. Berdiskusi juga merupakan kegiatan interaksi yang sangat positif untuk mengenal satu dengan yang lain, bertukar pikiran, dan adanya pembelajaran untuk menghargai teman.

Ada baiknya orangtua saat dirumah seharusnya hanya mengijinkan anak menggunakan Hp 2 jam sebelum mereka belajar pada sore hari. Sedangkan guru, dapat memberikan peraturan untuk tidak menggunakan Hp selama jam sekolah kecuali ada guru yang benar-benar membutuhkannya. Sebaiknya Hp dikumpulkan kepada wali kelas sebelum pelajaran berlangsung. Internet memang penting jika digunakan dengan bijak dan dengan pengawasan oleh orangtua. Namun, jika digunakan tanpa pengawasan dan berlebihan akan menyebabkan kecanduan dan menyebabkan kerugian. 

Jika peraturan itu diberlakukan, dapat disimpulkan anak tidak akan menjadi kecanduan menggunakan Hp baik di sekolah maupun di rumah. Anak akan tetap berkonsentrasi untuk belajar dan berinteraksi dengan orang-orang disekelilingnya. Harapan memiliki generasi yang cerdas dan saling menghargai akan menjadi kenyataan. Indonesia yang akan datang pasti akan menjadi negara yang jauh lebih baik dibandingkan dengan saat ini.

Demikian contoh teks esai tentang pendidikan dipaparkan di atas, diharapkan dapat membantu kalian dalam memahami esai dan membuat contohnya. Jangan lupa kunjungi blog kami di bahasaindonesiku.net ya. Ada banyak sekali artikel yang membahas tentang materi pelajaran bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan terima kasih 
Contoh Esai tentang Pendidikan Terbaru | ikhwan mukhlisi | 5