Pengertian dan Contoh Kalimat Sumbang (Tidak Padu) Lengkap

Pengertian dan contoh kalimat sumbang - Kalimat sumbang merupakan salah satu jenis kalimat dalam Bahasa Indonesia, dimana kalimat tersebut tidak memiliki kesinambungan dengan kalimat lain yang menyusun sebuah paragraf. Lebih dari itu, kalimat sumbang bahkan bisa dikatakan bertolak belakang dengan kalimat lainnya yang berfungsi sebagai penjelas atau inti kalimat dalam paragraf. Kalimat sumbang seperti ini biasanya terjadi akbat dari kesalahan penulis ketika menuangkan ide. Selain itu, kalimat sumbang juga bisa terjadi akibat unsur kesengajaan dengan tujuan sebagai umpan balik kepada para pembaca. 

Inilah yang juga membuat kalimat sumbang sering disebut dengan kalimat tidak padu. Dengan demikian, jika pembaca menemukan kalimat yang ternyata tidak sesuai bahkan keluar dari topik pembicaraan sebuah paragraf, maka dengan mudah pembaca bisa menyimpulkan bahwa kalimat tersebut merupakan kalimat sumbang. Oleh karena itu, kalimat sumbang juga sering kali bertolang belakang dengan kalimat inti atau kalimat utama. Untuk lebih mempermudah, berikut ciri-ciri beserta contoh kalimat sumbang berikut ini.


PENGERTIAN DAN CONTOH KALIMAT SUMBANG LENGKAP


Ciri-ciri kalimat sumbang

1. Kalimat sumbang selalu bertolak belakang dengan ide utama penulis, sehingga dengan mudah bisa ditemukan jika pembaca teliti.
2. Tidak hanya bertolak belakang, kalimat sumbang juga acap kali tidak nyambung dengan kalimat lainnya, baik kalimat sebelum ataupun sesudahnya.
3. Kalimat sumbang selalu keluar dari kalimat inti atau kalimat utama sebuah paragraf.
Adapun cara agar bisa lebih mudah lagi menentukan kalimat sumbang, adalah sebagai berikut:
1. Pembaca harus menentukan kalimat utama dari sebuah paragraf. Setelah ditentukan kalimat utamanya, maka jika ada kalimat yang tidak sesuai dengan kalimat utama, itulah yang disebut dengan kalimat sumbang.
2. Kalimat sumbang terkadang sengaja ditulis oleh penulisnya. Dengan demikian, pembaca perlu teliti. Bila berlu, bacalah kalimat yang menurut anda sumbang secara berkali-kali untuk meyakini bahwa kalimat tersebut memang kalimat sumbang.
3. Selalin menentukan kalimat utama dalam penentuan kalimat sumbang, pembaca juga bisa memperhatikan penggunaan kalimat lain sebagai kalimat penjelas dari kalimat utama. Jika kalimat penjelas tersebut ada ketidaksinambungan, maka bisa dipastikan kalimat tersebut adalah kalimat sumbang.


Contoh Kalimat Sumbang:

Sinta memang murid yang berprestasi. (1). merupakan siswa di SMA Budi Pekerti yang selalu mempertahankan prestasinya sebagai juara umum. (2). Selain itu, Sinta juga beberapa kali menjuarai olimpiade tingkat provinsi dan memboyong banyak piala. (3). Salah satu piala yang berhasil dibawa pulang oleh Sinta dan mengharumkan nama sekolahnya adalah ketika lewat karya ilmiahnya, Sinta mampu mewakili indonesia pada tingkat Asia serta pulang dengan mendali perak. (4). Sinta memang murid yang patut dibanggakan dengan prestasi tiada henti yang tidak hanya membanggakan keluarga, tetapi juga membanggakan sekolah, gubernur serta indonesia. (5). Apalagi sinta juga sangat pintar memasak masakan yang mampu menggoyang lidah siapa saja yang mencicip kasil karyanya. (6). Dengan prestasi yang acap kali membuat orang disekitarnya menjadikan Sinta murid teladan tersebutlah, Sinta berhasil membuat rektor ITB memberikan beasiswa penuh pada Sinta dan menjamin kuliahnya bahkan hingga tingkat S2. (7).

Kalimat inti atau kalimat utama dari paragraf diatas terletak pada kalimat nomor 1, yang berbunyi “Sinta memang murid yang berprestasi”. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa kalimat penjelas dari kalimat inti atau kalimat utama dari paragraf tersebut merupakan kalimat yang menerangkan prestasi apa saja yang sudah didapat oleh Sinta, sehingga dikatakan sebagai murid yang berprestasi. Jika diteliti dengan baik, pada kalimat ke 6, jelas terlihat ada perbedaan dengan kalimat lainnya. Kalimat ke 2, 3, 4, 5, dan kalimat ke 7 merupakan kalimat yang didalamnya menjelaskan satu per satu prestasi apa saja yang diraih oleh Sinta dan siapa saja yang mampu Sinta banggakan dari prestasinya tersebut. Sedangkan pada kalimat ke 6, justru menjelaskan tentang hobi memasak Sinta yang jelas tidak sesuai dengan kalimat lainnya yang menjelaskan prestasi Sinta dibidang akademik. 

Demikianlah sedikit penjelasan tentang pengertian dan contoh kalimat sumbang atau kalimat tidak padu. Semoga artikel ini dapat membantu kalian dalam memahaminya. Jangan lupa kunjungi blog kami di bahasaindonesiaku.net ya. Ada banyak sekali artikel bermanfaat lainnya lho. Terimakasih.
Pengertian dan Contoh Kalimat Sumbang (Tidak Padu) Lengkap | ikhwan mukhlisi | 5