37 Contoh Kalimat Majas Metafora beserta Pengertian Lengkap

Pengertian dan contoh kalimat majas metafora – Majas metafora adalah majas yang menggunakan kata-kata untuk ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogi. Kata-kata atau kelompok kata yang digunakan dalam majas ini bukanlah memiliki arti yang sebenarnya, melainkan sebagai sebuah kiasan yang melukiskan berdasarkan persamaan atau perbandingan. 

Majas metafora termasuk salah satu dari jenis majas perumpamaan. Majas ini juga sering digunakan oleh seorang reporter berita untuk menjadikan beritanya menjadi lebih menarik. Dengan demikian akan banyak pembaca yang akan membaca beritanya. Majas metafora dibagi menjadi dua, yaitu majas metafora in prasetia dan majas metafora in absentia


Macam majas metafora 

Majas metafora in prasetia adalah majas yang hendak membandingkan sesuatu dan sesuatu itu disandingkan dengan pembandingnya sendiri. Majas metafora ini memiliki makna eksplisit. Perhatikan contoh kalimat yang menggunakan majas metafora berikut ini.

Contoh:
Alexa adalah bunga desa di desa ini.
Joko menjadi sampah masyarakat karena perbuatan jahatnya.

Pada kedua contoh di atas, obyek majas metafora secara terang-terangan diungkapkan. Bahwa dalam kalimat di atas yang menjadi bunga desa adalah Alexa dan yang menjadi sampah masyarakat adalah Joko.

Majas metafora in absentia adalah majas yang mengungkapkan sesuatu secara implicit. Obyek yang dibicarakan tidak jelas. 

Contoh:
Para lelaki itu memang kagum dengan bunga desa itu.
Sampah masyarakat itu mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya sendiri.

Pada kalimat di atas obyek yang dibicarakan tidaklah jelas. Majas metafora jenis ini sering membingungkan pembacanya atau pendengar yang mendengar pembicaraannya.

Untuk lebih jelasnya, yuk kita pelajari bersama contoh kalimat yang mengandung majas metafora berikut ini. 

37 Contoh kalimat majas metafora

1. Kau adalah belahan hatiku saying.
2. Kamu adalah bagian dari tulang rusukku yang telah lama menghilang dan kini aku temukan.
3. Johan adalah bintang kelas di sekolahnya selama 2 tahun berturut-turut.
4. Raja siang membangunkanku begitu saja.
5. Buku adalah jendela dunia untuk dapat memudahkan kita mengerti semuanya.
6. Aku paling senang menghabiskan waktu di gudang ilmu, apalagi setiap hari Sabtu.
7. Anak-anak adalah harta karun setiap orangtua.
8. Dodi memang buaya darat.
9. Jelita memang bintang kelas.
10. Perumahan itu habis dilahap oleh si jago merah.
11. Dewi malam mulai menampakkan kecantikannya mala mini.
12. Berani sekali Dina meminjam duit kepada si lintah darat itu.
13. Orangtuaku bekerja membanting tulang untuk mencukupi semua kebutuhan keluargaku, termasuk uang sekolahku dan adik-adikku.
14. Raja hutan meraung-raung seharian.
15. Anakku adalah jantung hatiku.
16. Aku begitu marah, ketika aku hanya dijadikan sebagai kambing hitam dalam permasalahan itu.
17. Dia dengan senang hati menjadi tangan kanan bos besarnya.
18. Musuh itu seperti mati kutu saat tahu bentengnya telah dikepung oleh tentara Indonesia.
19. Dina menjadi bunga desa sejak kecil.
20. Pantas saja dia menjadi juara kelas, dia alah kutu buku yang terkenal.
21. Aku benci ketika kakak selalu saja menjadi anak emas dalam keluarga.
22. Aku sangat menyayangi buah hatiku.
23. Peraturan itu dibuat hanya untuk menindak para tikus kantor yang semakin hari semakin banyak.
24. Aku selalu saja dihantui oleh baying-bayang Joko sejak pertama bertemu dengannya.
25. Dia sampai naik pitam mendengar perkataan yang tidak sopan itu.
26. Para pelaku kejahatan harusnya berada di hotel prodeo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
27. Buku adalah jembatan ilmu untuk kita menjadi lebih pintar.
28. Kita harus bisa menjadi tunas bangsa yang nantinya akan menciptakan sesuatu yang membanggakan dan mengharumkan nama bangsa.
29. Para pemuda harus berjuang untuk masa depan. Itu karena mereka adalah bunga bangsa yang bertanggung jawab untuk mengharumkan nama bangsa.
30. Hukum harus ditegakkan untuk mengurangi sampah masyarakat yang mulai menjamur.
31. Kita harus dapat konsisten dalam memberantas peredaran pil setan di negara kita.
32. Kelakuan buruknya telah menjadi buah bibir warga desa.
33. Andi menjadi bintang lapangan berkat aksinya dalam pertandingan minggu lalu.
34. Dia memang buaya darat, tak heran banyak wanita yang tertarik padanya.
35. Dia memang bermuka tembok, masih berani masuk setelah berbuat jahat pada sahabatnya sendiri.
36. Aku mengharapkan Dina membawa buah tangan saat pulang dari Bali.
37. Akhirnya penjual itu membanting harga, hanya karena agar barangnya laku terjual.

Demikian penjelasan tentang pengertian dan contoh majas metafora lengkap. Diharapkan dengan contoh dan penjelsan di atas, dapat membantu kalian dalam membuat kalimat menggunakan majas metafora. Terima kasih telah membaca tulisan ini. Jangan lupa kunjungi blog kami di bahasaindonesiaku.net ya. Ada banyak sekali artikel bermanfaat lainnya yang bisa kalian jadikan referensi dalam mempelajari materi pelajaran bahasa Indonesia. Selamat membaca. 
37 Contoh Kalimat Majas Metafora beserta Pengertian Lengkap | ikhwan mukhlisi | 5