Penjelasan lengkap tentang penggunaan imbuhan ter-, ter-kan, dan ter-i

Penjelasan lengkap tentang penggunaan imbuhan ter-, ter-kan, dan ter-i - Imbuhan merupakan salah satu istilah dalma Bahasa Indonesia yang bermakna sebagai suku kata yang ditambahkan pada kata dasar. Penambahan suku kata itu sendiri tentu saja disesuaikan dengan fungsi kata dasar, serta disesuaikan pula dengan makna kalimat agar adanya kesetaraan atau kesinambungan antara kata dasar yang ditambahkan dengan imbuhan dengan kata-kata pembentuk kalimat lainnya. imbuhan atau dalam Bahasa Inggris dikenal dengan istilah afiks itu sendiri memang memiliki beberapa fungsi. 

Imbuhan itu sendiri terdiri dari berbagai macam bentuk, diantaranya adalah imbuhan (ter-, ter-kan, dan ter-i). Imbuhan “ter-“ merupakan bagian dari jenis imbuhan prefiks, yakni imbuhan yang ditambahkan pada awal kata dasar. Kemudian, imbuhan “ter-kan, dan ter-i” merupakan bagian dari jenis imbuhan konfiks, yakni imbuhan yang ditambahkan pada awal dan akhir kata dasar. Sedangkan imbuhan yang ditambahkan pada akhir kata dasar atau disebut dengan istilah sufiks dalam Bahasa Indonesia. Dengan demikian, imbuhan “ter-, ter-kan, dan ter-i” tersebut tentu saja memiliki fungsi yang berbeda dalam penggunaannya.

Penjelasan lengkap tentang penggunaan imbuhan ter-, ter-kan, dan ter-i 


a. Penggunaan imbuhan ter-

Penggunaan imbuhan ter- dalam Bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagai berikut, diantaranya:

1. Menyatakan makna paling.
Contoh: Tim sepak bola kita memag tim terbaik di kabupaten sehingga kita harus mempertahankannya. (paling baik/bagus) 

2. Mendengar makna dengan tiba-tiba
Contoh: Ia langsung terdiam mendengar berita yang sangat mengejutkan itu. (tiba-tiba diam)

3. Menyataan keadaan
Contoh: Karena terlambat ia tidak diizinkan masuk kelas oleh Pak Karya (dalam keadaan yang lambat)

4. Menyatakan perbuatan atau hal yang dilakukan (tindakan) dengan tidak sengaja.
Contoh: Sepertinya pulpenku terbawa oleh Hilman mengingat dia tadi meminjamnya untuk mencatan Biologi (tidak sengaja membawa)

5. Menyatakan pelaku atau orang yang dituju
Contoh: Terdakwa kasus perampokan itu dihukum 5 tahun penjara dan denda 2 juta. (pelaku tidak pidana)
6. Menyatakan kebisaan
Contoh: Tulisannya yang tidak terbaca membuat saya malas meminjam bukunya (tidak bisa dibaca)


b. Penggunaan imbuhan ter-kan

Penggunaan imbuhan ter-kan dalam Bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagai berikut:

1. Menyatakan perilaku atau tindakan serta ketidak sengajaan
Contoh: Karna ketiduran, akhirnya film itu terlewatkan begitu saja, sungguh menyesal rasanya. (tidak sengaja melewatkan)

2. Menyatakan ketidakbisakan
Contoh: Harapanku yang begitu besar padamu tidak dapat terungkapkan oleh kalimat apapun (tidak bisaan dalam mengungkapkan).


c.  Penggunaan imbuhan ter-i

Penggunaan imbuhan ter-i dalam Bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagai berikut: 

1. Menyatakan perilaku atau tindakan serta ketidak sengajaan
Contoh: Jalan itu terlampaui begitu saja olehnya (tindakan atau perilaku melampaui)

2. Menyatakan perasaan 
Contoh: Aku merasa terbebani dengan banyaknya tugas yang tidak berhenti minggu ini. (merasa dibebani).

Imbuhan ter-, ter-kan, dan ter-i ini memang identik dengan makna yang menyatakan perilaku, khususnya perilaku yang dilakukan secara tidak sengaja. Adapun fungsi dan penggunaan lainnya dalam imbuhan ter-, ter-kan dan ter-i secara umum diantaranya:


Fungsi dan penggunaan imbuhan ter-, ter-kan, ter i:


1. Mengubah kategori sintaksis tertentu pada kata dasar yang semula berfungsi sebagai kata kerja, menjadi kata keterangan:
Contoh: 
Ter- + bawa= Terbawa

Kata dasar “bawa” dalam Bahasa Indonesia termasuk kedalam kata kerja dalam sintaksis Bahasa Indonesia. Namun ketika ditambahkan awalan “ter” menjadi “terbawa”, maka kategorinya bukan lagi sebagai kata kerja melainkan sebagai keterangan atau dalam Bahasa Inggris dikenal dengan istilah adverb. 

2. Mengubah kategori sintaksis yang semula berfungsi sebagai kata benda, menjadi kata keterangan.
Contoh: 

Ter-i + beban= Terbebani

Kata dasar “beban” yang dalam sintaksis termasuk kedalam kata kerja, berubah fungsinya menjadi kata keterangan setelah ditambah awalan “ter” dan akhiran “i”. Dengan demikian, jelas terlihat adanya perubahan kategori sinteksis.

Itulah tadi penjelasan lengkap nan sederhana tentang tata cara menggunakan imbuhan ter-, ter-kan, dan ter-i. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan kalian dalam mempelajari materi tentang imbuhan. Jangan lupaa ngopi sambil baca-baca artikel lainnya di bahasaindonesiaku.net ya. Ada banyak sekali artikel yang membahas tentang materi pelajaran bahasa Indonesia dilengkapi dengan banyak contoh. Sehingga memudahkan kalian dalam memahaminya. Terimakasih. 
Penjelasan lengkap tentang penggunaan imbuhan ter-, ter-kan, dan ter-i | ikhwan mukhlisi | 5