Pengertian, Jenis dan Metode Wawancara Terlengkap

Pengertian, jenis-jenis dan metode wawancara— Untuk mendapatkan informasi banyak cara yang dapat kita lakukan. Salah satunya adalah adalah melakukan wawancara. Untuk itu, ada baiknya kita harus mengetaui terlebih dahulu pengertian, jenis-jenis, dan metode wawancara. 

Pengertian wawancara adalah kegiatan bertanya jawab dengan seseorang yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal dengan berbagai tujuan. Tujuan pencarian informasi melalui narasumber adalah untuk diterbitkan di surat kabar, disiarkan melalui radio atau ditayangkan melalui media televisi. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi yang pasti dari seorang narasumber. Wawancara dapat dilakukan oleh dua orang atau lebih. 

Pengertian dan jenis-jenis wawancara


Ada tiga jenis wawancara dilihat dari segi pelaksanaannya yaitu sebagai berikut:

1. Wawancara terpimpin
Jenis wawancara ini mendapatkan informasi berdasarkan dari daftar pertanyaan yang sudah dipersiapkan secara lengkap, jelas, dan rinci oleh si pewawancara. Biasanya wawancara jenis ini sudah diketahui terlebih dahulu tema atau siapa yang menjadi narasumber. 

2. Wawancara bebas terpimpin
Wawancara bebas terpimpin adalah jenis wawancara mengkominasikan antara pertanyaan yang telah disiapkan secara dengan pertanyaan yang diajukan secara tiba-tiba pada saat berlangsungnya wawancara.  

3. Wawancara bebas
Dalam wawancara jenis ini, pewawancara tidak menyiapkan pertanyaan secara rinci. Pewawancara dapat menanyakan pertanyaan apa saja kepada si narasumber. Meskipun demikian, pewawancara harus tetap memperhatikan bahwa pertanyaan yang diajukan masih berkaitan dengan data-data yang diinginkan. Namun, tetap harus hati-hati dalam memberikan pertanyaan. Karena bisa saja pertanyaan itu tidak terkendali. 

Ada 7 bentuk wawancara yang sering digunakan seseorang untuk mendapatkan informasi. Ketujuh bentuk wawancara tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Wawancara berita dilakukan untuk mencari bahan berita. Biasanya dilakukan oleh seorang wartawan kepada narasumber mengenai suatu peristiwa atau kejadian yang ingin diberitakan. 
  2. Wawancara dengan pertanyaan yang telah disiapkan terlebih dahulu. Bentuk wawancara ini sering digunakan untuk menghindari kesalahan saat wawancara.
  3. Wawancara jarak jauh atau wawancara yang dilakukan melalui pesawat telepon. Bentuk wawancara ini dilakukan karena beberapa hal si narasumber tidak dapat bertatap muka secara langsung dengan si pewawancara.
  4. Wawancara pribadi. Wawancara ini dilakukan oleh seorang pewawancara dengan seorang narasumber. 
  5. Wawancara dengan banyak orang. Wawancara ini dilakukan oleh satu pewawancara dengan banyak narasumber. Contohnya saat seseorang menginginkan informasi tentang sebuah grup band. 
  6. Wawancara dadakan/ mendesak. Bentuk wawancara ini dilakukan secara mendadak dengan pertanyaan yang belum disiapkan. Biasanya pertanyaan ini dilakukan ketika si pewawancara mendapati sebuah kejadian di depan mata secara tiba-tiba. Seperti adanya kasus kecelakaan di sebuah tempat. Maka si pewawancara akan secara tiba-tiba membuat pertanyaan untuk orang di sekitar kejadian untuk mencari kronologis kejadian. 
  7. Bentuk wawancara kelompok. Bentuk wawancara ini adalah wawancara yang dilakukan oleh beberapa pewawancara atau wartawan kepada satu narasumber. Contohnya adalah ketika banyak wartawan mewawancarai seorang pejabat yang mengklarifikasi sesuatu. 
  8. Wawancara tertutup. Wawancara yang dilakukan dengan cara tertutup. Biasanya di pewawancara akan membuat janji dengan si narasumber untuk melakukan wawancara tanpa diketahui oleh orang lain. 
  9. Wawancara terbuka. Wawancara ini dilakukan secara terbuka oleh si pewawancara dengan si narasumber dan diketahui oleh banyak orang. 


Metode wawancara

Untuk membuat kegiatan wawancara ini berhasil kalian harus melakukan beberapa metode wawancara. Metode wawancara adalah sebagai berikut:

  1. Metode mencatat. Metode ini dilakukan oleh si pewawancara dengan sebelumnya menyiapkan buku/ kertas serta alat tulis untuk mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh si narasumber. Biasanya pewawancara yang menggunakan metode ini adalah pewawancara yang dapat mengambil poin-poin penting dan cekatan dalam membuat kode-kode bahasa atau kata yang diucapkan oleh si narasumber.
  2. Metode merekam menggunakan alat perekam. Metode ini lebih praktis dibandingkan dengan menggunakan metode catat. Dengan menggunakan alat perekam, informasi yang didapat akan lebih lengkap dan lebih jelas. Pewawancara tidak akan kehilangan satu informasi apapun dari yang diungkapkan oleh si narasumber. 


Dalam sebuah wawancara, sukses tidaknya ditentukan tidak hanya dari metode yang digunakan oleh si pewawancara melainkan juga sifat, sikap, dan perilaku juga diperhatikan. Wawancara yang hidup karena sikap si pewawancara yang komunikatif dan santun akan membuat wawancara berhasil dengan baik. Dengan demikian, pewawancara akan mendapatkan banyak informasi yang diinginkan.

Demikian penjelasan tentang Pengertian, jenis-jenis dan metode wawancara. Diharapkan dengan membaca tulisan ini kalian dapat membuat teks wawancara dan melakukan wawancara dengan baik. Jangan lupa kunjungi blog bahasaindonesiaku.net untuk mendapatkan contoh wawancara terbaik berbagai topik. Terima kasih.
Pengertian, Jenis dan Metode Wawancara Terlengkap | ikhwan mukhlisi | 5